Meta Indonesia Perkenalkan Pengaturan Konten 13+ untuk Akun Remaja di Acara Cerdas Digital 2026

Sesi Talkshow mengenai “Pola Asuh Cerdas di Era Digital” yang dimoderatori oleh Andy Ardian, Koordinator Nasional ECPAT Indonesia, bersama dengan Ersa Mayori, Selebriti dan Orang Tua; Esther Samboh, Kepala Kebijakan Facebook & Messaging, Meta Asia Pasifik; dan Nanci Laura, Analis Kebijakan Madya Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi

JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Meta Indonesia hari ini menggelar diskusi bertajuk Cerdas Digital 2026: Anak Remaja Aman, Orang Tua Tenang bersama Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) dan ECPAT Indonesia dengan melibatkan orang tua, kreator, dan berbagai kepentingan lainnya.  Acara ini dilakukan bertepatan dengan momentum Hari Keluarga Internasional, sekaligus Meta mengumumkan pembaruan pada fitur Akun Remaja Instagram melalui pengaturan konten bawaan yang terinspirasi dari klasifikasi usia film 13+ dan berbagai masukan dari para orang tua untuk menghadirkan pengalaman daring yang lebih sesuai usia bagi remaja. 

“Apresiasi kami sampaikan atas langkah Meta yang mulai memperkuat perlindungan remaja di ruang digital melalui pengaturan konten berbasis usia. Upaya seperti ini menunjukkan bahwa perlindungan anak di ruang digital membutuhkan kolaborasi nyata antara pemerintah, platform, orang tua, dan masyarakat. Kami berharap langkah ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan seluruh Penyelenggara Sistem Elektronik untuk menghadirkan ruang digital yang lebih aman, sehat, dan sesuai usia bagi anak Indonesia.” kata Alexander Sabar, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.

“Kami ingin membantu orang tua merasa lebih tenang saat remaja menggunakan media sosial melalui pengalaman online yang lebih aman dan sesuai usia. Kami memperbarui Akun Remaja Instagram dengan pengaturan yang terinspirasi dari klasifikasi usia film 13+ dan masukan dari orang tua untuk membantu remaja Indonesia mendapat pengalaman konten yang lebih sesuai usia di Instagram,” kata Berni Moestafa, Kepala Kebijakan Publik Meta di Indonesia.

Selain kebijakan yang selama ini sudah diterapkan, seperti menyembunyikan atau melarang rekomendasi konten seksual sugestif, gambar grafis yang mengganggu, serta konten dewasa seperti penjualan rokok atau alkohol pada remaja, pembaruan kebijakan ini kini menghadirkan perlindungan yang lebih luas. Termasuk di antaranya membatasi unggahan dengan bahasa kasar, tampilan gambar aksi yang berbahaya, serta konten yang dapat mendorong perilaku berisiko, seperti unggahan yang menampilkan perlengkapan terkait ganja.

Teknologi ini kini diterapkan secara lebih luas di seluruh pengalaman Instagram dan Facebook untuk membantu menciptakan ruang digital yang lebih aman dan sesuai usia bagi remaja, termasuk pada:

  • Akun: Remaja tidak akan dapat mengikuti akun yang rutin membagikan konten yang tidak sesuai usia, maupun berinteraksi dengan akun tersebut. Akun-akun itu juga tidak dapat menghubungi remaja melalui DM, mengikuti profil mereka, maupun berinteraksi di kolom komentar.
  • Pencarian (Search): Meta memperluas pembatasan pencarian terkait topik sensitif dan dewasa, termasuk pada kata kunci yang disamarkan atau salah eja.
  • Pengalaman Konten: Konten yang melanggar pedoman usia tidak akan muncul di Explore, Reels, Feed, Stories, komentar, maupun tautan yang dibagikan melalui DM, termasuk jika berasal dari akun yang mereka ikuti.
  • AI: Meta juga memperbarui pengalaman AI bagi remaja untuk memastikan respons yang diberikan tetap sesuai usia dan lebih relevan bagi pengguna 13 tahun ke atas.

Bagi orang tua yang ingin menerapkan pembatasan tambahan, Meta juga memperkenalkan opsi “Limited Content”. Selain menyaring konten dengan lebih ketat, “Limited Content” juga membuat remaja tidak bisa melihat, memberikan, atau menerima komentar.

“Sebagai orang tua, kadang kita merasa selangkah tertinggal memahami aktivitas digital anak. Karena itu, fitur-fitur bawaan yang ada di instagram dan Facebook sangat membantu kami. Mulai dari membatasi kontak yang tidak diinginkan, menyaring konten yang tidak sesuai usia, hingga membantu mengatur screen time. Fitur-fitur ini juga memudahkan orang tua menetapkan batasan di rumah tanpa harus langsung melarang anak menggunakan media sosial,” kata Ersa Mayori, Selebriti dan Orang Tua. (sd)

Labels: Gaya Hidup

Thanks for reading Meta Indonesia Perkenalkan Pengaturan Konten 13+ untuk Akun Remaja di Acara Cerdas Digital 2026. Please share...!

Back To Top