![]() |
| Peresmian fasilitas waste station Nestle Indonesia di Alfamart |
JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Nestlé Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengelolaan sampah rumah tangga melalui peresmian lima fasilitas waste station terbaru hasil kolaborasi dengan Alfamart. Fasilitas yang tersebar di jaringan ritel Alfamart di Jakarta, Bandung, dan Bali tersebut memungkinkan masyarakat untuk dapat menyetorkan sampah anorganik lebih mudah, bahkan di sela aktivitas belanja sehari-hari.
Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari program Nestlé Indonesia Waste Station yang terus berevolusi dari tahun ke tahun yang dijalankan bersama Rekosistem dalam pengelolaan operasional, termasuk proses pengumpulan dan pemilahan lanjutan, serta didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia dalam mendorong penguatan sistem pengelolaan sampah nasional.
“Kami mengapresiasi upaya Nestlé Indonesia bersama dengan Alfamart dalam menghadirkan fasilitas Waste Station yang semakin menjangkau masyarakat. Kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi kunci dalam mendorong pengelolaan sampah secara holistik dari hulu ke hilir, sekaligus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya. Pengelolaan sampah nasional tidak bisa lagi bergantung pada pendekatan konvensional yang berakhir di TPA,” kata Koordinator Pokja Tata Laksana Produsen, Direktorat Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup, Ujang Solihin Sidik, SSi, MSc,.
Sejak 2018, Nestlé secara konsisten menerapkan pendekatan Packaging Sustainability di seluruh aspek operasional bisnis. Hingga saat ini, lebih dari 95% kemasan Nestlé telah dirancang untuk dapat didaur ulang atau digunakan kembali, serta perusahaan terus mengurangi penggunaan resin plastik baru hingga sepertiga, dengan target mencapai 100% kemasan yang dapat didaur ulang atau digunakan kembali secara global.
Upaya ini juga sejalan dengan ambisi Nestlé dalam mengimplementasikan Packaging Recovery and Recycling Plan, salah satunya dengan memastikan jumlah plastik yang digunakan diimbangi dengan pengumpulan dan pengelolaan kembali melalui berbagai inisiatif. Hal ini dilakukan guna mencegah lebih banyak kemasan berakhir tempat pembuangan akhir (TPA) dan perairan.
Peresmian ini menambah total menjadi 15 fasilitas Nestlé Indonesia Waste Station yang telah dihadirkan perusahaan di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali. Sejak diinisiasi pada 2023, fasilitas ini menunjukkan peningkatan performa yang signifikan. Secara kumulatif, Nestlé Indonesia Waste Station telah berhasil mendukung penyerapan lebih dari 244.000 kilogram sampah per awal 2026.
Sepanjang tahun 2025 saja, volume pengumpulan mencapai 126,16 ton, meningkat 46,5% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan partisipasi lebih dari 14.154 pengguna atau tumbuh 44,6% secara tahunan dan terus menunjukkan tren peningkatan hingga kuartal pertama 2026.
Corporate Affairs Director Nestlé Indonesia Fajar Dewantara menambahkan, “Nestlé Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong inovasi dalam pengembangan kemasan berkelanjutan dan juga pengelolaan sampah kemasan pasca konsumsi. Kami percaya dalam menghadapi tantangan persampahan yang semakin kompleks, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Melalui Nestlé Indonesia Waste Station, kami ingin mendorong peran aktif industri, ritel, mitra pengelola sampah, dan masyarakat untuk bersama sama membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi serta memberikan dampak nyata yang bermakna bagi lingkungan.” (ym)
Thanks for reading Pilah 244 Ton Sampah, Nestle Sediakan Waste Station di Alfamart. Please share...!
