![]() |
| Vice President Corporate Social Responsibility sekaligus Chief Impact Officer IBM, Justina Nixon-Saintil |
JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Samarinda menjadi kota yang dipilih oleh perusahaan teknologi ternama asal Amerika Serikat, IBM dalam menjalankan program inovasi sosial andalannya, IBM Impact Accelerator.
Dimulai sejak 2025 lalu, proyek tersebut menghadirkan solusi Kecerdasan Buatan (AI) dalam upaya mengantisipasi risiko iklim dan memperkuat ketahanan perkotaan.
Dalam proyek pro bono bernilai sekitar US$ 3 juta bersama Yayasan Kota Kita dan pemerintah daerah Samarinda, IBM menawarkan platform AI andalannya, salah satunya Watsonx, untuk membantu analisis tata kota (urban planning). Meski Samarinda menjadi titik awal, platform ini pun dirancang untuk dapat disesuaikan oleh kota-kota lain di Indonesia.
"Kami bekerja sama tentang bagaimana menggunakan platform Watsonx dari IBM, dan sekarang IBM Bob juga menjadi bagian darinya, yang merupakan teknologi AI baru, bagaimana kita menciptakan solusi yang dapat membantu perencanaan serta benar-benar memahami cara meningkatkan ketahanan kota mereka," ungkap Vice President Corporate Social Responsibility sekaligus Chief Impact Officer IBM, Justina Nixon-Saintil di Singapura, Kamis (23/7/2026).
Di sela-sela kegiatan IBM THINK on Tour 2026 di Singapura, Justina mengungkapkan bahwa Samarinda menjadi pilihan perusahaan, karena perannya sebagai salah satu kota strategis yang berkembang pesat di Indonesia, namun menghadapi berbagai tantangan iklim.
"Kami memilih Samarinda karena kota tersebut menjadi daerah yang diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan (prospektif). Maka dari itu, kami ingin memastikan dapat menyediakan platform pengelolaan data yang dapat membantu pemerintah merencanakan penataan. Di sisi lain, Samarinda juga masih rentan terhadap risiko perubahan iklim seperti banjir. Ketika kami meluncurkan IBM Impact Accelerator, Kota Kita mengirimkan proposal yang sangat bagus tentang bagaimana platform IBM dan keahlian kami dapat membantu perencanaan kota untuk kota tersebut. Dan itulah mengapa kota itu dipilih," bebernya.
Lebih lanjut, Justina membeberkan, platform AI berbasis data tersebut telah memasuki tahap akhir uji coba dan siap diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah Samarinda.
Selama menjalankan proyek tersebut, Justina bercerita, IBM menghadapi berbagai tantangan seputar pengumpulan data.
"Tapi saya pikir apa yang IBM lakukan adalah kemitraan dan kreasi bersama. Selama beberapa tahun terakhir, kami telah bekerja sama dengan Kota Kita untuk meningkatkan pemahaman teknis. Kemudian juga harus memperhatikan integritas data. Dan mereka mengatakan itu tidak masalah. Mereka mampu mengolah data tersebut. Mereka pun mampu mempersiapkannya untuk platform, dan itu adalah sesuatu yang selalu kami lakukan dengan klien," katanya.
"Yang saya antusias dari kemitraan dengan kota ini (Samarinda) adalah kemitraan yang erat dengan pemerintah. Jadi kami benar-benar bekerja dengan berbagai departemen di seluruh pemerintahan untuk mendapatkan data yang kami masukkan ke dalam platform kami. Dengan Watsonx sebagai bagian dari platform tersebut, kami mampu meramalkan dan memprediksi ketahanan melalui faktor-faktor seperti data lingkungan, data historis, dan data sosial ekonomi juga," imbuh Justina.(ym)
Thanks for reading IBM Hadirkan Inovasi AI untuk Mitigasi Risiko Iklim di Samarinda. Please share...!
