JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Masa depan komputasi kuantum tidak hanya bergantung pada qubit. Tanpa fondasi komputasi klasik yang kuat, komputer kuantum sulit berkembang menjadi sistem yang benar-benar berguna bagi sains dan industri. Itulah alasan AMD, IBM, dan Oak Ridge National Laboratory (ORNL) resmi meluncurkan platform codesign baru untuk quantum error correction.
Platform ini menempatkan komputer kuantum IBM—termasuk IBM Quantum Nighthawk berkapasitas 120 qubit—langsung berdampingan dengan sistem HPC Umbra milik ORNL. Umbra ditenagai oleh CPU AMD EPYC generasi ke-5 dan GPU AMD Instinct MI355X. Dengan cara ini, para peneliti dapat menguji secara langsung bagaimana prosesor kuantum dan komputasi klasik bekerja bersama dalam satu lingkungan terintegrasi.
Mengapa Komputasi Klasik Begitu Krusial?
Sistem kuantum masa depan membutuhkan tiga kemampuan utama dari sisi klasik:
- Kontrol dan umpan balik waktu nyata dengan latensi sangat rendah
- Simulasi dan optimasi paralel dalam skala besar
- Orkestrasi yang mampu mengoordinasikan sumber daya kuantum dan klasik secara efisien
AMD hadir dengan portofolio lengkap untuk menjawab ketiga kebutuhan tersebut. CPU EPYC berperan sebagai “otak” orkestrasi, GPU Instinct mempercepat simulasi dan beban kerja ilmiah, sementara chip Versal Adaptive SoC menyediakan kontrol latensi rendah serta kemampuan readout dan decoding di dekat prosesor kuantum. Ekosistem open software ROCm juga memudahkan pengembang mengintegrasikan aplikasi HPC dan AI ke dalam lingkungan hibrida ini.
Ralph Wittig, Corporate Fellow dan Head of Research & Advanced Development AMD, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas komunitas, “Membangun sistem kuantum yang bermanfaat membutuhkan kolaborasi antara komunitas komputasi kuantum dan klasik untuk bersama mengatasi berbagai tantangan desain sistem. AMD menghadirkan keahlian di bidang CPU, GPU, dan FPGA, mulai dari pengendalian waktu nyata hingga superkomputasi leadership-class.”
Langkah Menuju Komputasi Kuantum yang Relevan Secara Ilmiah
Inisiatif ini mendukung Quantum Genesis Mission dari Departemen Energi AS yang menargetkan komputer kuantum relevan secara ilmiah pada 2028. Ke depan, platform ini akan dihubungkan dengan Oak Ridge Leadership Computing Facility (OLCF), termasuk superkomputer baru ORNL bernama Lux SI (Super Intelligence) + HPC yang juga menggunakan prosesor AMD.
Dengan pendekatan deep codesign ini, AMD, IBM, dan ORNL tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga merancang cara kerja bersama antara kuantum, AI, dan komputasi ilmiah. Hasilnya diharapkan mampu mempercepat penemuan ilmiah sekaligus memperkuat keamanan nasional.
Bagi AMD, langkah ini menegaskan satu prinsip mendasar: kemajuan komputasi kuantum sangat bergantung pada perkembangan komputasi klasik. Dengan meneliti kebutuhan tersebut sejak dini bersama mitra strategis, AMD turut membentuk fondasi yang akan menopang komputer kuantum di masa depan. (red/dri)
Thanks for reading AMD, IBM, dan Oak Ridge Luncurkan Platform Codesign untuk Koreksi Kesalahan Kuantum. Please share...!