IBM dan SAP Bersama Ciptakan Solusi Terbaik Bagi Industri Retail danProduk Konsumen

(Foto: istimewa)

JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- IBM (NYSE: IBM) dan SAP SE (NYSE: SAP) kini bekerjasama untuk memberikan solusi inovatif bagi industri retail dan produk konsumen untuk membantu meningkatkan profitabilitas dan meningkatkan pengalaman para pelanggan.

Solusi ini menggunakan data real-time untuk memperbaiki perencanaan dan eksekusi proses secara nyata di dalam toko. Sumber-sumber data yang unik, seperti IBM Metro Pulse, mengalir melalui SAP Cloud Platform untuk memberikan informasi secara cepat sehingga dapat segera ditindaklanjuti. Semua informasi transformatif untuk pengambilan keputusan yang lebih baik tersebut disediakan melalui dan didorong oleh live business, sinyal permintaan pasar real-time yang unik dan inti digital yang membantu eksekusi proses secara maksimal.

Kerjasama ini merupakan rencana pertama untuk mewujudkan sebuah solusi yang berfokus pada kebutuhan industri dan terlahir dari kemitraan transformasi digital kedua perusahaan yang pertama kali diumumkan tahun lalu. Solusi tersebut nantinya adalah salah satu dari beberapa solusi digital spesifik industri yang saat ini masih dalam tahap pengembangan, dan akan berkembang seiring dengan berlanjutnya investasi IBM di industri retail dan produk konsumen dengan solusi SAP S/4HANA. Kedua perusahaan tersebut juga berencana untuk berkolaborasi dalam layanan SAP Model Company, solusi end-to-end siap pakai, yang dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan khusus bisnis dan industri.

IBM Metro Pulse menggunakan layanan kognitif IBM untuk menyediakan informasi lokal seputar cuaca, acara, kondisi lalu lintas dan demografi dan membantu mengatasi tantangan industri utama seperti ketersediaan stok dan akurasi prediksi jumlah permintaan. Selama uji coba teknologi kognitif ini di lebih dari 100 toko di pasar Amerika, solusi IBM Metro Pulse terbukti meningkatkan akurasi prediksi produk yang mudah menguap, dan sulit diramalkan hingga sebesar 75 persen.

Keahlian SAP akan menyatukan berbagai sumber data unik, termasuk kemampuan kognitif IBM, pada SAP Cloud Platform, yang memungkinkan pengecer untuk mengidentifikasi dan melakukan tindakan nyata terhadap informasi real-time untuk membantu meningkatkan kinerja bisnis.

Misalnya, manajer operasi penjualan New York City untuk sebuah perusahaan minuman mungkin mencoba meramalkan penjualan di ajang Marathon New York di salah satu toko timnya di sepanjang rute lari. Dengan menggunakan solusi baru ini, sang manajer dapat memasukkan informasi tentang arus lalu lintas di berbagai titik di sepanjang rute, dan juga dampak perkiraan cuaca terhadap permintaan produk. Hal ini memungkinkan dia untuk memprediksi lonjakan permintaan di tingkat toko dengan akurasi yang jauh lebih besar. Berdasarkan informasi ini, manajer operasi penjualan dapat membuat tugas dan perintah yang disarankan untuk para representatif penjualan, yang kemudian dapat mendiskusikan dengan masing-masing pengelola toko mengenai cara menyesuaikan produk sehingga dapat memaksimalkan penjualan tambahan bagi kedua belah pihak.

"SAP S/4HANA, ditambah dengan akses ke kayanya data lokal yang diwujudkan oleh layanan kognitif IBM, dapat menyediakan pengguna produk konsumen dan bisnis ritel di seluruh golongan C-suite dengan informasi spesifik yang penting dalam mendapatkan keunggulan kompetitif di pasar-pasar utama," kata Laurence Haziot, IBM Global Managing Director and General Manager Consumer Industries.

"Melalui kolaborasi yang menarik antara SAP dan IBM, pengecer dan perusahaan produk konsumen saat ini dapat merespons dengan kecepatan, ketepatan dan kepercayaan diri terhadap kejadian yang relevan secara lokal. SAP S/4HANA mencakup kemampuan untuk memungkinkan pengguna menjalankan proses bisnis end-to-end dengan cara yang tidak dapat dilakukan sistem lain, "kata Lori Mitchell-Keller, general manager global, Consumer Industries di SAP.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi SAP News Center. Ikuti SAP di Twitter pada @sapnews.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai profil IBM di industri produk konsumen, kunjungi: www-935.ibm.com/industries/consumerproducts/. Ikuti IBM Industries di Twitter pada @IBMIndustries(red/dri)

SAP Tingkatkan Jumlah Perempuan di Kursi Kepemimpinan


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)-
Komitmen SAP terhadap keragaman gender
SAP SE (NYSE: SAP) hari ini (5/9/2017) mengumumkan bahwa mereka telah mencapai tujuan tahun 2017 untuk menempatkan seorang perempuan pada satu dari setiap empat posisi manajemen di perusahaan.

Komitmen jajaran direksi SAP, yang ditetapkan pada tahun 2011, berhasil menaikkan jumlah pemimpin perempuan dari sedikit di atas 18 persen menjadi 25 persen selama enam tahun terakhir. Direksi SAP terus berjanji untuk meningkatkan kepemimpinan perempuan sebesar satu persen setiap tahun, dengan target 28 persen pada 2020 dan 30 persen pada 2022.

Keanekaragaman gender secara historis dilaporkan kurang terpenuhi dalam industri teknologi, namun penelitian telah menunjukkan bahwa keragaman gender yang lebih besar berdampak positif pada bottom line perusahaan. McKinsey & Co. melaporkan bahwa perusahaan di tingkat teratas untuk keragaman gender 15 persen lebih mungkin memiliki keuntungan finansial di atas median industri nasional masing-masing. SAP terus berusaha menjadi pilihan karir bagi kaum perempuan dalam dunia teknologi, dan pemimpin industri dalam hal keragaman dan inklusi.

Pengumuman ini merupakan keberhasilan terbaru dari upaya SAP untuk mempromosikan budaya keragaman gender. Tahun lalu, SAP berhasil:

  • Menerima sertifikasi kesetaraan gender global: Pada bulan September 2016, SAP menjadi perusahaan teknologi multinasional pertama yang meraih sertifikasi EDGE, yang standar dan metodologi utama untuk mengevaluasi komitmen perusahaan terhadap kesetaraan gender, yang diluncurkan di World Economic Forum. SAP juga merupakan perusahaan teknologi pertama di Amerika Serikat yang meraih sertifikasi EDGE pada bulan Januari 2016.

  • Berpartisipasi dalam acara perjanjian White House Tech Inclusion: SAP berpartisipasi dalam perjanjian untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi Amerika dengan meningkatkan keragaman tenaga kerja teknologi Amerika Serikat. SAP juga menandatangani Paradigma untuk Parity Pledge yang ditargetkan untuk meningkatkan perempuan dalam berbagai jabatan eksekutif.

  • Mendiversifikasi Jajaran Direksinya: Pada Q2 2017, SAP menambahkan dua eksekutif wanita ke Dewan Eksekutif - Jennifer Morgan, presiden Amerika dan Asia Pasifik Jepang (APJ), dan Adaire Fox-Martin, presiden, EMEA dan Greater China, Global Customer Operations. SAP tidak mempekerjakan dan mempromosikan perempuan semata-mata karena mereka adalah perempuan, melainkan karena para perempuan tersebut adalah kandidat yang terbaik.

"Sering dikatakan bahwa apa yang diusahakan akan tercapai," kata Aniela Unguresan, co-founder, EDGE Certified Foundation. "Kami salut pada SAP karena menyadari bahwa keragaman dan penyertaan membawa potensi besar untuk memimpin tim di industri teknologi. Sangat menyenangkan bekerja dengan SAP. Terima kasih!”

Komitmen SAP terhadap keragaman gender melampaui basis karyawannya. Melalui inisiatif Business Beyond Bias, SAP menggunakan keahlian proses bisnisnya yang luar biasa yang dikombinasikan dengan teknologi pembelajaran mesin terdepan di industri untuk mendeteksi dan mencegah bias dalam bentuk apapun di seluruh tempat kerja. (red/dri)

Penelitian SAP: Pertumbuhan Bisnis Tergantung Pada Kemampuan DigitalPara Karyawan

(Foto: ilustrasi)

JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Menurut hasil survei terkini yang baru dirilis oleh SAP SE (NYSE: SAP), para pemimpin bisnis yang telah menyelesaikan proyek transformasi digital di seluruh organisasi mereka mencatat peningkatan yang luar biasa dalam hal produktivitas karyawan, dibandingkan mereka yang belum sepenuhnya bertransformasi digital.

Enam puluh empat persen eksekutif dengan inisiatif digital yang beragam menyatakan bahwa karyawan mereka lebih dilibatkan, dibandingkan dengan 20 persen lainnya yang bekerja di organisasi yang hanya bertransformasi digital di beberapa area khusus saja. Transformasi yang berhasil bergantung pada orang, dan hal ini tentu menyoroti pentingnya investasi terhadap tenaga kerja dalam mendorong kinerja bisnis digital. Pengumuman tersebut dibuat pada acara SuccessConnect yang berlangsung di Las Vegas 29-31 Agustus di The Cosmopolitan of Las Vegas.

"Four Ways Leaders Set Themselves Apart," sebuah studi eksekutif transformasi digital yang diselenggarakan oleh SAP Center for Business Insight bersama Oxford Economics, mensurvei lebih dari 3.100 pengambil keputusan bisnis global untuk menilai berbagai prioritas yang mendorong proyek transformasi digital. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan adanya perbedaan yang mencolok antara organisasi-organisasi yang telah sukses bertransformasi digital dan yang belum mengadopsi strategi digital:

  • Delapan puluh tiga persen para pemimpin yang telah sukses bertransformasi digital berharap bahwa digitalisasi untuk mentransformasi manajemen karyawan selama dua tahun ke depan. Angka tersebut dibandingkan dengan hanya 37 persen organisasi yang belum memulai transformasi digital.

  • Responden yang telah sukses bertransformasi digital di dalam bisnis mereka memiliki pandangan yang lebih solid mengenai manfaat potensial di seluruh proses SDM mereka, di mana 71 persen menyatakan bahwa digitalisasi akan memudahkan untuk menarik dan mempertahankan bakat terbaik, dibandingkan dengan 54 persen responden lainnya.

  • Sekitar 52 persen bisnis yang telah mengalami proyek transformasi digital mengatakan bahwa mereka merencanakan untuk menciptakan lowongan-lowongan baru untuk mencerminkan kebutuhan teknologi selama dua tahun ke depan, dibandingkan dengan hanya 32 persen perusahaan yang belum melakukan transformasi digital.

"Perusahaan-perusahaan terkemuka hari ini terus mengutamakan karyawan mereka sebagai inti strategi transformasi digital mereka," kata Greg Tomb, president, SuccessFactors SAP*. "Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan digitalisasi bergantung pada orang-orang, khususnya di perusahaan yang paling inovatif dan berpandangan ke depan dengan komitmen yang tinggi untuk berinvestasi pada karyawan mereka, untuk memastikan bahwa angkatan kerja perusahaan dibekali dengan baik untuk menghadapi tantangan di masa depan."

Penemuan-penemuan lainnya dalam laporan tersebut mencakup:

  • Lebih dari sepertiga perusahaan global percaya bahwa manajemen dan pengembangan karyawan merupakan pendorong utama pertumbuhan digital. Sekitar 31 persen setuju bahwa investasi pada keterampilan digital karyawan akan menjadi faktor terpenting dalam meningkatkan pendapatan di tahun-tahun mendatang.

  • Sektor perbankan menunjukkan komitmen terbesar untuk meningkatkan investasi dalam kemampuan digital selama dua tahun ke depan. Empat puluh delapan persen mencantumkannya sebagai faktor terpenting untuk mendorong pertumbuhan laba, sementara 45 persen sektor jasa profesional menilai peningkatan keterlibatan karyawan sebagai faktor pendorong profit yang paling penting.

  • Transformasi digital telah memiliki dampak positif yang lebih besar pada retensi dan pengembangan bakat pada organisasi-organisasi di Amerika Serikat dibandingkan pada mitra-mitra bisnis global mereka. Sekitar 19 persen perusahaan Amerika yang disurvei menyatakan bahwa pembaruan teknologi telah mengubah proses manajemen karyawan mereka secara menyeluruh atau sedikit, dibandingkan dengan hanya delapan persen perusahaan di Inggris, tujuh persen perusahaan di Jerman dan lima persen perusahaan di Meksiko.

Studi ini menunjukkan bahwa komitmen terhadap transformasi digital akan terbayarkan dengan hasil yang amat memuaskan. Dibandingkan dengan perusahaan lain yang disurvei, pemimpin digital memiliki pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas yang lebih kuat saat ini - dan keuntungan yang kemungkinan akan berlanjut dalam dua tahun ke depan. Faktanya, pemimpin digital memperkirakan pertumbuhan pendapatan 23 persen lebih tinggi daripada yang lainnya dalam dua tahun ke depan, dan 80 persen pemimpin mengatakan bahwa upaya transformasi telah meningkatkan profitabilitas dibandingkan dengan 53 persen pemimpin lainnya.

"Transformasi digital lebih dari sekadar berinvestasi pada teknologi terkini," kata Edward Cone, pimpinan praktik teknologi, Oxford Economics. "Orang-orang paling peduli - bagaimana mereka bekerja, apa yang mereka ketahui, keterampilan apa yang mereka butuhkan di tempat kerja yang terus berubah. Sebagian besar perusahaan baru mulai mengatasi faktor-faktor ini, dan mereka yang tertinggal mungkin tidak akan pernah menyusul. "

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi SAP SuccessFactors website dan SAP News Center. Ikuti SAP di Twitter pada @SuccessFactors dan @sapnews(red/dri)

SAP Menunjuk Claus Andresen sebagai President and Managing DirectorAsia Tenggara

Claus Andresen, President and Managing Director SAP Asia Tenggara

JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- SAP (NYSE: SAP) hari ini, Rabu (2/8/2017) mengumumkan penunjukan Claus Andresen sebagai President and Managing Director SAP Asia Tenggara, dipromosikan dari Chief Operating Officer SAP Indian Subcontinent. Andresen akan melapor langsung ke Scott Russell, President SAP Asia Pacific Japan (APJ). Membangun pencapaian dan pertumbuhan selama 28 tahun di kawasan ini, Andersen akan bertanggung jawab untuk mendorong strategi dan operasi yang berkelanjutan di SAP Asia Tenggara. Berbasis di Singapura, Andersen akan mengawasi bisnis SAP di Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina, Indochina dan pasar negara berkembang lainnya di Asia Tenggara.

“Konektivitas di Asia Tenggara tumbuh pada tingkat yang mengesankan dan kami memperkirakan lebih banyak pelanggan mempercepat transformasi digital mereka dan perjalanan menuju cloud dalam beberapa tahun ke depan. Sementara tingkat kematangan digital di Asia Tenggara beragam di seluruh wilayah, SAP memiliki kemampuan luas untuk membantu pelanggan kami dalam skala dan berhasil dalam ekonomi digital baru ini,” kata Scott Russell, President, SAP Asia Pacific Japan.

"Claus membawa serta pengalaman dan visinya untuk membantu pelanggan kami menerjemahkan strategi mereka ke dalam tindakan. Saya yakin SAP Asia Tenggara akan terus bersinar di bawah kepemimpinannya," lanjutnya.

Jabatan Andresen sebelumnya adalah Chief Operating Officer of SAP Indian Subcontinent, di mana dia mengurus kepemimpinan pada market unit organisasi penjualan multi-functional dan operasi. dan berperan penting dalam menjadikan India sebagai salah satu unit pasar dengan pertumbuhan tercepat di SAP. Sebelumnya, dia bertanggung jawab untuk Operasi Bisnis di SAP APJ, dimana dia memimpin tim berkinerja tinggi untuk meningkatkan Penjualan dan Operasional Excellence. Andresen memiliki pengalaman lebih dari satu dekade dalam berbagai peran kepemimpinan baik senior global maupun regional di organisasi Global Services & Support (saat ini Digital Business Services), semua dengan fokus membantu pelanggan menjalankan pemanfaatan teknologi lebih baik.

"Asia Tenggara memainkan peran penting dalam bisnis SAP. Ada banyak kesempatan bagi kita di belahan dunia ini karena banyak organisasi memahami nilai bahwa inovasi digital dapat disampaikan ke bisnis mereka dan bagaimana mereka beroperasi. Di seluruh wilayah, kami melihat suatu trajectory dan kami berkomitmen untuk membantu pelanggan dan mitra kami membangun fondasi yang kokoh bagi masa depan digital mereka,” kata Claus Andresen, President, SAP Asia Tenggara.

Dia melanjutkan, "SAP memiliki lebih dari 45 tahun pengalaman industri dan bisnis enterprise dan ekosistem global tak tertandingi yang memberdayakan pelanggan pada skala dan berkembang saat ini di perubahan yang konstan. Saya merasa terhormat untuk memimpin bisnis Asia Tenggara dan membawa inovasi kepada pelanggan kami yang akan membuka kunci potensi mereka. Saya berharap dapat bekerja sama dengan tim Asia Tenggara untuk membawa SAP menuju level berikutnya di kawasan pertumbuhan ini, karena kami membantu pemerintah daerah dan perusahaan mencapai visi mereka tentang ASEAN yang berkemampuan digital." (red/dri)

SAP Capai Target Jumlah Pemimpin Perempuan Tahun 2017 di DalamPerusahaan

(Foto: istimewa)

JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- SAP SE (NYSE: SAP) hari ini, Selasa (25/7/2017) mengumumkan bahwa mereka telah mencapai tujuan perusahaan di tahun 2017 untuk memiliki 1 pemimpin perempuan dari 4 posisi manajemen di dalam perusahaan.

Komitmen publik dari dewan direksi, yang ditetapkan pada tahun 2011 tersebut, menaikkan jumlah pemimpin perempuan dari sedikit di atas 18 persen menjadi 25 persen selama enam tahun terakhir. Sementara itu, dewan direksi SAP terus berusaha untuk meningkatkan kepemimpinan perempuan sebanyak satu persen setiap tahun, dengan target 28 persen pada tahun 2020 dan 30 persen pada tahun 2022.

Keanekaragaman gender secara historis digambarkan kurang seimbang dalam industri teknologi, namun penelitian telah menunjukkan bahwa ternyata keragaman gender memiliki dampak positif pada bottom line setiap perusahaan. McKinsey & Co. melaporkan bahwa perusahaan yang memiliki keragaman gender yang besar 15 persen lebih mungkin untuk meraih keuntungan finansial di atas median industri tempat negara asalnya. Menyadari hal ini, SAP terus berusaha menjadi tempat berkarir pilihan bagi wanita dalam bidang teknologi, dan pemimpin industri atas keragaman dan inklusi.

Pengumuman ini merupakan contoh terbaru dari upaya SAP untuk mempromosikan budaya keragaman gender. Tahun lalu, SAP:

  • Menjadi perusahaan teknologi multinasional pertama untuk menerima sertifikasi kesetaraan gender di tingkat global: Pada bulan September 2016, SAP menjadi perusahaan teknologi multinasional pertama yang meraih sertifikasi EDGE, yang merupakan standar dan metodologi utama untuk mengevaluasi komitmen perusahaan terhadap kesetaraan gender, yang diluncurkan di World Economic Forum. SAP juga merupakan perusahaan teknologi pertama di Amerika Serikat yang meraih sertifikasi EDGE pada bulan Januari 2016.

  • Berpartisipasi dalam Sumpah Inkuisisi Gedung Putih perdana: SAP berpartisipasi dalam komitmen untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi Amerika dengan meningkatkan keragaman tenaga kerja teknologi Amerika Serikat. SAP juga menandatangani Paradigm for Parity Pledge yang ditargetkan untuk meningkatkan jumlah pemimpin perempuan dalam berbagai eksekutif tingkat atas.

  • Meningkatkan Keberagaman Dewan Direksi Perusahaan: Pada kuartal kedua tahun 2017, SAP menambahkan dua eksekutif wanita ke Dewan Direksinya: Jennifer Morgan, presiden Amerika dan Asia Pasifik Jepang (APJ), dan Adaire Fox-Martin, presiden, EMEA dan Greater China, Global Customer Operations. SAP tidak mempekerjakan dan mempromosikan perempuan semata-mata karena mereka perempuan; melainkan karena para perempuan tersebut merupakan kandidat terbaik bagi jenis jabatan dan peran mereka di dalam perusahaan.

"Sering dikatakan bahwa apa yang ditargetkan akan dicapai," kata Aniela Unguresan, co-founder, EDGE Certified Foundation. "Kami memuji SAP karena mereka menyadari bahwa keragaman dan inklusi membawa potensi besar untuk memimpin tim di industri teknologi. Merupakan suatu kebanggaan bagi kami untuk bekerja bersama SAP. Terima kasih!"

Komitmen SAP terhadap keragaman gender melampaui komitmen terhadap seluruh karyawannya. Melalui inisiatif Business Beyond Bias miliknya, SAP menggunakan keahlian proses bisnisnya yang tak tertandingi yang dikombinasikan dengan teknologi pembelajaran mesin terdepan di industri untuk mendeteksi dan mencegah kesenjangan yang terjadi secara tidak sengaja di tempat kerja. (red/dri)
Back To Top