SAP Leonardo IoT Jadikan Perusahaan Cerdas

Ilustrasi SAP (Foto: istimewa)


BARCELONA (IndonesiaTerkini.com)- SAP SE (NYSE: SAP) meluncurkan SAP Leonardo Internet of Things (IoT), teknologi menyeluruh yang menjadikan dan mendorong transformasi digital untuk Industrial IoT dan Industri 4.0. Selain itu, SAP juga mengumumkan interoperabilitas cloud-to-cloud dari SAP Leonardo IoT dengan Microsoft Azure IoT Hub, menyajikan pilihan konektivitas dan pengelolaan perangkat kepada para penggunanya. SAP berkomitmen memberikan ekosistem yang kuat untuk IoT dan memahami nilai yang diberikan mitranya kepada para pelanggannya. Pengumuman ini dirilis pada gelaran MWC (Mobile World Congress) yang diselenggarakan pada tanggal 25-28 Februari di Barcelona, Spanyol.

SAP diposisikan secara unik untuk menyatukan data IoT dengan proses bisnis. Dengan SAP Leonardo IoT, pengguna dapat meningkatkan produktivitas, mendefinisikan kembali pengalaman pelanggan mereka dan menumbuhkan arus pendapatan mereka. Hal tersebut memungkinkan pula pengguna untuk menanamkan IoT ke dalam lini bisnis, meningkatkan aplikasi bisnis dengan teknologi IoT dan mengembangkan model bisnis baru berdasarkan data baru yang dihasilkan oleh solusi IoT.

"SAP memberikan wawasan berharga dan mendorong hasil bisnis dengan menanamkan data IoT ke dalam proses bisnis," kata Elvira Wallis, Senior Vice President dan Global Head SAP IoT dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/2/2019).

“Dengan peluncuran SAP Leonardo IoT, SAP memperkuat komitmennya untuk IoT khususnya IoT Industri. Kombinasi IoT, keahlian kami dalam aplikasi dan pengalaman industri bernilai tinggi membantu pelanggan untuk mendapatkan nilai bisnis yang lebih baik dan keuntungan dalam persaingan yang lebih kuat," lanjutnya.

SAP Leonardo IoT memungkinkan penggunanya untuk berinovasi dan meningkatkan proses bisnis menggunakan kecerdasan berbasis data dan konteks operasional dari mesin, produk, rantai pasokan, konsumen, dan para mitra. SAP Leonardo IoT menawarkan tiga langkah menuju inovasi kepada pelanggan berdasarkan kebutuhan bisnis mereka, termasuk:
  • Menggabungkan data IoT dengan data proses bisnis sehingga memungkinkan aplikasi bisnis yang tertanam di IoT dan mempercepat adopsi untuk memberikan pelanggan kemampuan dalam berinovasi dengan cepat dari dalam aplikasi bisnis - termasuk SAP S/4HANA®, SAP C/4HANA, solusi SAP SuccessFactors®, solusi SAP Ariba® dan portofolio SAP Digital Supply Chain.
  • Memperluas aplikasi SAP IoT yang telah tersedia untuk nilai bisnis yang lebih baik.
  • Membangun solusi IoT cerdas yang baru dengan menggunakan SAP Leonardo IoT untuk menciptakan penawaran-penawaran unik dan berbeda.
"Aristoteles, platform data-as-a-service Kaiserwetter, menggunakan kemampuan SAP Leonardo IoT untuk memungkinkan para pengguna kami dalam memaksimalkan performa teknis dan keuangan dari energi terbarukan dan portofolio infrastruktur lainnya," kata Hanno Schoklitsch, CEO, Kaiserwetter.

“Dengan membantu para pengguna kami untuk meminimalkan risiko investasi mereka dan untuk meningkatkan transparansi, kami mendorong investasi secara berkelanjutan serta berkontribusi pada perlindungan iklim global," ungkapnya.

Interoperabilitas SAP Leonardo IoT dan Microsoft Azure IoT Hub

Kolaborasi baru ini dirancang untuk menawarkan para pelanggan menggunakan Microsoft Azure IoT Hub sebagai konektivitas dan lapisan pengelolaan perangkat untuk data telemetri IoT yang langsung diteruskan ke SAP Leonardo IoT.

Adapun SAP Leonardo IoT Edge bertujuan untuk memberikan pilihan kepada pengguna untuk memperluas dukungan dalam proses bisnis mereka secara local di atas runtime Microsoft Azure IoT Edge. Modul Essential Business Function (EBF) yang berbasis pada SAP Leonardo IoT Edgeare juga didesain untuk menjalankan incontainers pada Microsoft Azure IoT Edge, mengurangi ketergantungan pengguna pada latensi, bandwidth, dan konektivitas.

SAP berkomitmen untuk bekerja dengan ekosistemnya dalam membantu perusahaan melampaui harapan para pelanggan mereka dan mempertahankan keunggulan kompetitif. Kedepannya, SAP berencana menawarkan interoperabilitas yang sama dengan mitra lain. (red/dri)

Software Blockchain Terbaru SAP Bantu Singkirkan Obat Palsu

Ilustrasi SAP (Foto: istimewa)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- SAP SE (NYSE:SAP) mengumumkan ketersediaan umum dari pilihan SAP Information Collaboration Hub for Life Sciences untuk rantai pasokan Amerika Serikat, sebuah hub teknologi blockchain untuk membantu menyingkirkan prduk-produk palsu di sepanjang rantai pasokan farmasi.

Hub tersebut didesain untuk mengotentikasikan kemasan farmasi yang dikembalikan dari rumah sakit dan apotek ke grosir sebelum produk dijual kembali. Para pedagang grosir di Amerika Serikat menghadapi hampir 60 juta pengembalian setiap tahunnya, yang diperkirakan mencapai nilai 7 milyar USD.

Solusi berbasis blockchain membantu pelanggan mematuhi Undang-Undang Keamanan Rantai Pasokan Obat (DSCSA) A.S., yang mensyaratkan bahwa per November 2019 grosir memverifikasi resep obat yang dikembalikan dan ditujukan untuk dijual kembali. Mandat ini dimaksudkan untuk melindungi konsumen dari obat palsu, terkontaminasi dan dicuri.

“Blockchain mendorong generasi baru dari aplikasi-aplikasi enterprise yang mampu meningkatkan kooperasi pada distribusi grosir secara drastis,” kata Jeffery Denton, Senior Director, Global Secure Supply Chain, AmerisourceBergen Corporation.

“Solusi berbasis blockchain dari SAP ini menyediakan kesempatan terbaik untuk sepenuhnya memenuhi kebutuhan kami untuk dapat dioperasikan dengan para mitra dagang dan solusi mereka selagi tetap mematuhi DSCSA Amerika Serikat,” lanjut Jeffery dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/1/2019).

Software baru ini memungkinkan pelanggan untuk memverifikasi kode produk, lnternet-of-Things (Iot), tanggal kedaluwarsa, dan nomor seri unik yang tertanam dalam barcode terhadap data pabrikan yang disimpan dalam blockchain. Perangkat lunak ini dikembangkan dengan inovasi bersama AmerisourceBergen, Boehringer Ingelheim AG and Co. KG, GlaxoSmithKline plc dan Merck Sharp and Dohme.

“Produk blockchain ini mendukung kebutuhan industri akan ledger (buku besar) bersama yang tidak dapat diubah, guna menghindari banyak integrasi rumit,” kata Dr. Oliver Nuernberg, Chief Product Owner, SAP for Life Sciences Solution Portfolio, SAP SE.

“Dengan produk ini, kami menawarkan kami menawarkan solusi yang terukur dan aman untuk produsen farmasi dan grosir AS untuk mematuhi persyaratan peraturan yang akan datang untuk verifikasi,” lanjutnya.

SAP terus mendukung perusahaan di berbagai industri dalam mengeksplorasi manfaat dari teknologi ledger yang didistribusikan. Pada musim gugur 2018, dua konsorsium industri baru dalam program SAP Blockchain Consortium diumumkan. Penambahan konsorsium baru ini berfungsi sebagai bukti upaya berkelanjutan SAP untuk menyediakan platform, kerangka kerja dan organisasi yang tepat bagi pelanggan yang mengeksplorasi adopsi dan integrasi teknologi blockchain untuk aplikasi perusahaan. (red/dri)

SAP Akan Berinvestasi Besar di Perancis Selama Lima Tahun ke Depan



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- CEO SAP SE (NYSE: SAP) Bill McDermott hari ini mengumumkan serangkaian rencana investasi yang direncanakan untuk operasi SAP di Perancis dalam lima tahun ke depan untuk mempercepat strategi digital perusahaan dan mendukung posisi Perancis saat ini sebagai pusat inovasi yang terus berkembang.

Rencana investasi ini mencakup:

  • Rencana untuk mengembangkan lebih dari 50 startup
  • Akan menginvestasikan 150 juta euro setiap tahun di bidang Riset & Pengembangan selama lima tahun ke depan 
  • Mengakuisisi Recast.AI, startup dari Paris startup yang bergerak di bidang pengalaman pengguna conversational (conversational user experience)

Dengan cara sebagai berikut:

  • Membuka cabang SAP.Io Foundry yang kedua di Eropa untuk menyediakan bimbingan, teknologi, dan akses ke dalam ekosistem teknologi SAP bagi 50 perusahaan startup di Perancis 
  • Investasi oleh SAP.iO Fund pada perusahaan startup di Perancis 
  • Mengalokasikan 150 juta dolar di bidang Riset & Pengembangan setiap tahunnya selama 5 tahun ke depan
  • Akuisisi Recast.AI untuk mempercepat pengembangan kapabilitas solusi SAP Leonardo Machine Learning

Dengan menandakan dukungannya yang terus berlanjut untuk Perancis, SAP memperkirakan pembiayaan senilai lebih dari 2 miliar euro selama lima tahun, yang dimaksudkan untuk mempercepat pertumbuhan cepat perusahaan di cloud dan memajukan komunitas teknologi yang berfokus pada pembelajaran mesin (ML), blockchain, Internet Things ( IoT) dan perangkat lunak sebagai layanan (Software as a Service – SaaS). Langkah ini mencerminkan strategi global SAP - yang didorong oleh sistem inovasi digital SAP Leonardo - untuk membantu setiap organisasi menjadi perusahaan yang cerdas. SAP akan berfokus pada startup yang membangun solusi yang melengkapi sistem SAP Leonardo untuk mendorong kolaborasi dan skala global yang cepat.

"Inilah momentum ekonomi nyata di Prancis," kata Bill McDermott, CEO, SAP, setelah bertemu dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron. "Sambutan hangat Presiden Macron terhadap dunia digital akan membantu Perancis bangkit ke posisi yang patut ditiru sebagai pemimpin inovasi global. Kami melihat potensi besar dalam semangat kewirausahaan Perancis untuk mengubah model bisnis, menciptakan lapangan kerja modern dan merilis peluang baru yang menarik yang membantu dunia berjalan lebih baik."

Untuk pertama kalinya, kegiatan inkubasi dan inovasi yang dilakukan SAP di Perancis mencakup investasi di perusahaan startup dengan fokus khusus pada dampak global, seperti keberlanjutan dan perubahan iklim, yang tengah dipimpin oleh Perancis. Fokus baru pada dampak sosial ini akan melengkapi investasi strategis program SAP.iO, yang sejalan dengan bisnis inti dan teknologi SAP. Perusahaan-perusahaan startup tersebut, yang dipimpin oleh para pengusaha dinamis, memainkan peran penting dalam memperluas tapak SAP dan menjadi kisah penggunaan bernilai tinggi bagi pelanggan.

Akuisis Recast.Al untuk Mempercepat Kemampuan Pengolahan Bahasa Alami

Recast.AI menyediakan lingkungan pengembangan - perangkat lunak, teknologi dan aplikasi - yang menggunakan bahasa alami, misalnya chatbots. Teknologi Recast.AI sesuai dengan persyaratan chatbot percakapan dan memungkinkan pemrosesan bahasa alami berkinerja tinggi yang mendukung lebih dari 20 bahasa.

Akuisisi ini akan membantu SAP meningkatkan kemampuan pemrosesan bahasa alami dalam solusi SAP untuk membantu pelanggan menikmati pengalaman pengguna yang lebih baik. SAP bertujuan untuk menyederhanakan interaksi dan proses bisnis yang kompleks dengan menggunakan teknologi pengalaman pengguna percakapan (conversational user experience technology). Tujuannya adalah untuk memungkinkan aplikasi berbicara kepada pengguna perangkat lunak SAP dalam bahasa alami. SAP menciptakan asisten digital SAP CoPilot, aplikasi Web, dan platform internal untuk membangun aplikasi percakapan. SAP bermaksud menggunakan platform ini secara luas dalam portofolionya.

Recast.AI didirikan pada tahun 2015, terlahir dari sekolah pengkodean Perancis "42," dan saat ini berada di inkubator "Stasiun F." Perusahaan ini telah berkembang dengan cepat dan hari ini melayani pelanggan internasional di Perancis, termasuk bank-bank besar dan perusahaan asuransi dan teknologi. Recast.AI menyediakan arsitektur teknis berbasis Machine Learning modern dan memiliki algoritma kepemilikan yang memahami bahasa alami. Tim ilmuwan dan insinyur data berbakat akan memperkuat pengembangan Machine Learning di SAP.

SAP mengakuisisi Recast.AI melalui anak perusahaan Perancis langsung miliknya, SAP France Holding, sebuah perseroan terbatas. Kedua perusahaan sepakat untuk tidak mengungkapkan rincian transaksi.

SAP France merayakan ulang tahun ke-30 di tahun 2017. Ribuan organisasi di Prancis - publik dan swasta - bergantung pada solusi dan layanan SAP untuk membantu mereka menjalankan yang terbaik. Selain menjadi host atas dua dari 19 SAP Labs dari SAP Labs Network, perusahaan tersebut membuka lokasi unggulan utama dari SAP Leonardo Centre di Paris tahun lalu. Lokasi ini memanfaatkan teknologi seperti AI dan ML untuk memberikan nilai yang lebih besar bagi pelanggan di seluruh wilayah Paris. Inovasi adalah inti dari operasi SAP di Perancis. Hal ini mencakup rencana untuk mengembangkan pusat Inovasi Perancis dengan dibukanya Sports Center, sebuah inisiatif SAP Future Cities dan perluasan lokasi SAP Leonardo Centre, yang telah menjamu lebih dari 30.000 pengunjung sejak pembukaannya. (red/dri)

Wah, SAP Memiliki Brand Value Tertinggi di Seluruh Jerman, Saingi BMW dan DHL

SAP Memiliki Brand Value Tertinggi di Seluruh Jerman


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- SAP SE (NYSE: SAP) dinyatakan menempati peringkat pertama dalam hal nilai brand (brand value) di atas perusahaan-perusahaan Jerman lainnya, melampaui perusahaan terkemuka layaknya Deutsche Telekom, BMW dan DHL, menurut laporan dari BrandZ Top 50 Most Valuable German Brands.

Bernilai sebesar 48.9 miliar dolar AS, brand value SAP hampir 10 miliar dolar di atas nilai brand Deutsche Telekom yang menempati peringkat kedua, menurut laporan oleh grup perusahaan layanan komunikasi WPP dan agen penelitian global Kantar Millward Brown.

Walau banyak perusahaan Jerman yang meraih keberhasilan semata-mata karena “reliability” (reliabilitas)nya, masih terdapat banyak hal untuk dapat diimprovisasi, khususnya yang berkenaan dengan hal inovasi. Sebagai satu-satunya perusahaan teknologi yang berhasil memasuki jajaran 10 Top tersebut, SAP dikenal baik karena para pegawainya secara aktif menerapkan budaya inovasi.

Nilai brand bergantung pada kesuksesan komersial, kapitalisasi pasar dan kepercayaan konsumen. Kepercayaan ini harus dipertahankan setiap hari melalui komitmen dan dedikasi SAP kepada para pelanggannya.

"Kami merasa sangat bangga dapat dikenal sebagai brand nomor satu sebagai merek nomor satu di peringkat Jerman BrandZ," kata Chief Marketing Officer SAP Alicia Tillman. "Mencapai posisi teratas ini merupakan cerminan yang luar biasa dari komitmen kami kepada pelanggan kami di Jerman dan tujuan menyeluruh kami untuk membantu dunia berjalan lebih baik dan memperbaiki kehidupan masyarakat. Laporan tersebut mengkonfirmasikan dan memotivasi karya kami – tidak hanya di Jerman tapi juga di seluruh dunia."

Laporan“Top 50 Most Valuable German Brands” dari Brandz, peringkat dan analisis ekstensif tersebut  tersedia secara online pada link berikut ini. (red/dri)


Survey SAP: Pelanggaran Kepercayaan Data dan Kelambatan Respon Pelayanan Membuat Pelanggan di Amerika Serikat Pergi


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Menurut hasil survey “The 2017 SAP Hybris Consumer Insights Report” yang disponsori SAP SE (NYSE: SAP), toko-toko online harus menghargai privasi pelanggannya apabila mereka ingin menjalin hubungan yang kuat dengan pelanggan di Amerika Serikat.
  • 71 persen responden di Amerika menyatakan mereka tidak ingin menerima informasi tertentu
  • 79 persen berkata mereka akan meninggalkan retailer apabila data personal mereka digunakan tanpa diketahui
  • 87 persen berkata mereka mengharapkan respon pelayanan di dalam jangka waktu kurang dari 24 jam
Mereka juga harus menawarkan diskon dan rmenanggapi pertanyaan dalam 24 jam. Mereka melakukan survei kepada 1000 responden yang mengungkap bagaimana perasaan pelanggan mengenai isu-isu yang berkaitan dengan belanja online, termasuk koleksi data, privasi, dan respon pelanggan.

Pelanggan Mengharapkan Hubungan Timbal Balik dengan Brands

Menyadari bahwa pelanggan A.S. menghargai kenyamanan - 58 persen mengatakan bahwa ini adalah alasan utama mereka berbelanja online – para retailer mencoba meningkatkan pengalaman digital dengan mempelajari lebih banyak tentang pelanggan melalui pengumpulan data. Sementara 71 persen responden mengatakan bahwa mereka bersedia tidak menerima informasi tertentu, seperti alamat e-mail dan riwayat belanja, mereka cenderung memberi nomor ponsel, lokasi real-time atau pendapatan bulanan mereka. Sebagai gantinya, konsumen mengharapkan para retailer untuk:
  • Menjaga ketertarikan mereka (72 persen)
  • Transparan dengan pengggunaan data personal mereka (66 persen)
  • Melindungi privasi mereka apabila ada investigasi kriminal (60 persen)
Begitu konsumen membagikan data pribadi kepada online retailer yang mereka kunjungi secara rutin, mereka mengharapkan tingkat layanan tertentu sebagai imbalannya juga. Sekitar 87 persen responden mengatakan bahwa mereka mengharapkan layanan pelanggan merespons dalam waktu 24 jam, sementara 20 persen mengatakan bahwa mereka mengharapkan tanggapan dalam waktu satu jam.

Konsumen juga mengharapkan pengalaman eksklusif dan personal. Mayoritas responden (61 persen) memilih menerima kejutan keuntungan dan diskon sebagai pengalaman pribadi pilihan mereka. Mereka mengatakan bahwa mereka menghargai tanggapan dari retailer yang memiliki pemahaman penuh tentang sejarah mereka (53 persen), rekomendasi produk yang relevan (43 persen) dan layanan bernilai tambah (42 persen).

“Kebutuhan akan hubungan dengan pelanggan telah disadari di banyak industri, terutama dalam bidang retail, di mana jumlah pilihan untuk pelanggan meningkat,” kata Matthias Goehler, Wakil Presiden Senior dan Kepala Solusi SAP Hybris di SAP. “Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, para retailer terkemuka sedang mengembangkan model bisnis yang mampu mendorong budaya yang terpusat kepada pelanggan di setiap departemen, tidak hanya pada departemen sales dan pelayanan saja. Sebuah tampilan dari profil pelanggan, yang didorong dengan wawasan real-time, memperlengkapi semua keryawan untuk terlibat dengan pelanggan secara kontekstual & bermakna, sehingga mereka merasa dihargai, dengan siapapun mereka bicara,” tambahnya.

Memenangkan Pelanggan Membutuhkan Waktu, namun kehilangan Pelanggan Sangat Mudah

Jika retailer melanggar kepercayaan dan rasa hormat yang telah dibangunnya dengan pelanggan, maka hubungan tersebut akan segera rusak. Hasil penelitian menemukan bahwa konsumen sering akan meninggalkan toko langganannya jika data pribadi mereka digunakan tanpa sepengetahuan mereka (79 persen). Sama bahayanya dengan hubungan tersebut adalah tidak responsif terhadap permintaan layanan pelanggan dan permintaan serta penerimaan pesan yang tidak relevan bagi pelanggan.

Untuk informasi lebih lanjut tentang survei ini, unduhlah laporan lengkap dan lihat infografik. Lihat juga laporan internasional sebagai perbandingan disini(red/dri)


Back To Top