Bank Indonesia Gelar Edukasi Ekonomi dan Keuangan Syariah Pada Wartawan

BI Jatim gelar literasi keuangan berbasis syariah kepada media. 

MALANG (IndonesiaTerkini.com)- Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk meningkatkan pemahaman serta berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia melalui literasi keuangan berbasis syariah kepada media. Kegiatan pembekalan informasi ini menjadi penting karena media merupakan sumber informasi bagi masyarakat.

Pakar ekonomi syariah, Imron Mawardi mengatakan, literasi keuangan syariah merupakan salah satu bentuk kegiatan dalam mendukung pertumbuhan industri keuangan syariah di masa depan. Oleh karenanya,  pemahaman dan kesadaran adalah kunci pertumbuhannya. "Melalui pembekalan kepada media, kami harap pemahaman keuangan syariah juga meningkat di masyarakat karena media adalah sumber informasi bagi masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, ini saatnya Indonesia untuk mengejar ketertinggalan dari beberapa negara tetangga seperti Malaysia, yang memiliki pertumbuhan ekonomi syariah yang jauh lebih baik. "Saatnya Indonesia menjadi pemimpin di bidang ekonomi syariah, salah satunya melalui pembekalan informasi tentang bisnis ini dari hulu ke hilir, seperti pada kegiatan literasi hari ini," ucapnya.

Dia juga kemukakan, pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia masih rendah. Market share aset perbankan syariah masih di kisaran 5,37 persen, sementara di Malaysia, perbankan syariahnya telah mencapai 26 persen. ’’Di Malaysia, nasabah yang ingin membuka rekening kali pertama ditawari syariah. Beda dengan di Indonesia, konvensional dulu yang diutamakan,’’ kata Imron.

Sementara itu, Asisten Direktur Divisi Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Jatim, Andy Indra menambahkan, rendahnya pemahaman masyarakat tentang produk ekonomi syariah juga sangat berpengaruh. “Mayoritas nasabah lembaga keuangan syariah masih berada dalam segmen rational market,’’ jelasnya.

Pada 2016 market share perbankan syariah dari sisi DPK, aset, dan pembiayaan masing-masing mampu mencapai angka 4,73 persen, 5,03 persen, dan 5,46 persen. Kemudian, berdasar data Juni 2017, market share perbankan syariah berdasar DPK, aset, dan pembiayaan perbankan syariah masing-masing 4,55 persen, 4,58 persen, dan 5,51 persen. Lima tahun terakhir aset perbankan syariah tumbuh 70,82 persen dari Rp 16,57 triliun pada 2012 menjadi Rp 28,30 triliun pada 2016 dengan rata-rata pertumbuhan aset secara year-on-year 20,21 persen. (dri)
Labels: Bank Indonesia, Ekonomi

Thanks for readingBank Indonesia Gelar Edukasi Ekonomi dan Keuangan Syariah Pada Wartawan. Please share...!

Back To Top