Google Menggratiskan Layanan AI untuk Mahasiswa

(Ki-Ka) Communication Manager Google Indonesia Feliciana Wienathan, siswi SMAN 2 Lembang Jawa Barat Luthfi Nabil Ramadhani Setiawan, Head of Marketing Asia Pacific Google for Education Stuart Miller, Dosen Universitas Pasundan sekaligus developer dan kreator konten Sandhika Galih, dan Guru SDN 061 Cijerah sekaligus Google Certified Innovator Dadan Irsyada, S.Pd, M.Pd di Restoran Kembang Goela, Jakarta pada Kamis (7/8/2025)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Google terus berkontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia di Indonesia, khususnya pendidikan. Hal ini diwujudkan melalui inisiatif kecerdasan buatan (AI) bernama Gemini di alat Google AI Pro, dengan memperpanjang penawaran gratis 12 bulan kepada mahasiswa dan mahasiswi di Indonesia.

Head of Marketing Asia Pacific Google for Education, Stuart Miller menjelaskan, ekosistem Google Workspace for Education membantu kegiatan belajar dan mengajar (KBM) antara guru dan siswa. Proses KBM itu baik mulai dari rencana pembelajaran dan pengajaran, penilaian tugas dan ujian, memberikan masukan, hingga berkolaborasi dengan siswa. Ekosistem Google Workspace for Education juga menaungi alat Google AI Pro. “Guru dapat mengajar lebih efektif dan hemat waktu. Mereka dapat berkolaborasi lebih baik, lebih kreatif membuat materi ajar,” jelas Miller, Kamis (7/8/2025).

Pada saat yang sama, Miller juga mengumumkan peluncuran fitur di Guided Learning dalam Gemini, untuk memandu siswa dengan pertanyaan saat kegiatan belajar. Miller memaparkan, fitur ini memungkinkan pelajar-bahkan pengguna secara umu-untuk mengkreasikan sesuatu untuk bahan ajar atau diskusi. Misalnya membuat kartu (flashcard), kuis, hingga ulasan materi. Pengguna juga dapat melakukan riset mendalam, membuat video, mendeteksi gambar atau foto, hingga menyimpan dokumen di alat Google AI Pro. Pengguna juga dapat melacak hasil catatannya lebih jauh lewat AI, melalui NotebookLM.

Selain itu, Google juga meluncurkan program kepemimpinan AI untuk mahasiswa, yaitu Google Student Ambassadors. Program ini akan melibatkan 500 mahasiswa untuk mempelajari AI lebih mendalam. Program tersebut direncanakan untuk dibuka pada September 2025. Program tersebut pengembangan dari Gemini Academy, yakni program AI untuk guru.

Meskipun demikian, Miller mengeklaim bahwa ekosistem Google Workspace for Education dapat diakses secara luring (offline) oleh pelajar dan guru yang tersebar di area tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). “Kami terus bekerja sama dengan mitra-mitra untuk memastikan akses [internet] tersedia kepada orang dan tempat yang tepat,” tutup Miller. (sd)

Labels: IPTEK

Thanks for reading Google Menggratiskan Layanan AI untuk Mahasiswa. Please share...!

Back To Top