JITEX 2026 Resmi Dibuka, Dorong Jakarta Jadi Gerbang Perdagangan dan Investasi Global

Jakarta International Investment, Trade, Tourism & SMEs Expo (JITEX) 2026 resmi dibuka dengan mengusung tema "Ignite the Economy" yang berlangsung pada 16-19 September 2026 di JIExpo Convention Centre & Gedung Pusat Niaga, Kemayoran, Jakarta


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Jakarta International Investment, Trade, Tourism and SMEs Expo (JITEX) 2026 resmi dibuka di JIEXPO Convention Center, Jakarta, pada Kamis (17/9/2026). Digelar oleh Asian Trade, Tourism and Economics Council (ATTEC) dan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), JITEX tahun ini mengusung tema “Igniting Economy”.

Penyelenggaraan JITEX tahun ini memiliki arti strategis bagi Jakarta. Ajang tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat konektivitas bisnis, investasi, dan pariwisata menjelang usia 500 tahun Jakarta pada 2027.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, kondisi ekonomi Jakarta terus menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan positif. Pada triwulan II 2026, ekonomi Jakarta tumbuh 5,52 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan sektor perdagangan menjadi salah satu penggerak penting aktivitas ekonomi. “Capaian ini menjadi modal yang kuat bagi Jakarta untuk terus meningkatkan daya saing. Dengan semangat inilah kita membawa JITEX 2026 dengan 275 stan dari berbagai sektor,” kata Rano dalam pembukaan JITEX 2026.

Menurut Rano, JITEX dirancang bukan sekadar menjadi pameran yang mempertemukan pelaku usaha. Forum ini mempertemukan pengusaha, investor, buyers, dan mitra strategis melalui pameran, forum bisnis, hingga pertemuan usaha. Pemprov DKI Jakarta berharap pertemuan tersebut dapat berlanjut menjadi kesepakatan bisnis, kemitraan jangka panjang, serta membuka akses bagi usaha Jakarta menuju pasar global. “Kita ingin memastikan bahwa JITEX tidak berhenti pada pertemuan dan transaksi bisnis, tapi menjadi penggerak terciptanya peluang baru untuk eksplorasi kesepakatan bisnis atau deal, kemitraan jangka panjang, dan pertemuan baru usaha Jakarta menuju pasar global,” ujarnya.

Rano juga menilai penguatan ekonomi Jakarta tidak cukup hanya dengan mendorong perdagangan dan investasi. Karya kreatif dan kekayaan intelektual masyarakat juga dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar. Karena itu, penyelenggaraan JITEX 2026 turut dilengkapi dengan Festival Kekayaan Intelektual Jakarta (FKI).

Menurut Rano, JITEX dan FKI memiliki peran yang saling melengkapi. JITEX membuka akses terhadap investasi, perdagangan, dan pasar global, sementara FKI membawa karya serta kreativitas masyarakat ke dalam ekosistem ekonomi tersebut. “Satu karya dapat memiliki perjalanan yang panjang. Sebuah buku dapat menjadi film, melahirkan musik dan soundtrack, dan kemudian berkembang menjadi berbagai bentuk karya serta peluang ekonomi lain,” kata Rano.

Ia berharap Jakarta dapat menjadi tempat lahir dan berkembangnya karya kreatif yang mampu bertemu dengan pasar dan menjangkau dunia. “Sebagai kota global dan berbudaya, Jakarta tidak hanya terbuka terhadap investasi, perdagangan, dan pasar, tapi juga mampu membawa karya, kreativitas, dan kekayaan intelektual warganya ke panggung global,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum ATTEC dan HIPPINDO Budihardjo Iduansjah mengatakan JITEX 2026 bukan hanya exhibition, tetapi menjadi platform untuk mempertemukan supply dan demand. “Kami ingin mempertemukan buyer, investor, dan business partner dari berbagai jaringan dengan produk dan potensi yang ada di Indonesia. Dari pertemuan ini, kami berharap dapat lahir transaksi, investasi, dan kerja sama yang tidak berhenti selama penyelenggaraan JITEX, tetapi terus berkembang setelahnya," ujar Budihardjo.

Menurut Budihardjo, posisi Jakarta sebagai pusat perdagangan, jasa, investasi, pariwisata, dan ekonomi kreatif menjadi modal penting untuk memperluas konektivitas ekonomi Indonesia dengan pasar internasional. Karena itu, JITEX 2026 dirancang tidak hanya sebagai ruang untuk memperkenalkan produk dan potensi usaha, tetapi juga sebagai wadah untuk mempertemukan kebutuhan pasar dengan peluang bisnis.

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan JITEX 2026 menunjukkan bahwa Jakarta dapat mengambil peran lebih besar dalam membuka akses terhadap peluang investasi dan pasar internasional. la berharap penyelenggaraan JITEX dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menghadirkan platform serupa sehingga peluang investasi dapat berkembang di berbagai wilayah.

Lebih lanjut, Ni Luh mengatakan JITEX 2026 tidak berhenti setelah empat hari pelaksanaan. Menurutnya, keberhasilan ajang tersebut juga perlu dilihat dari investasi baru yang lahir, terbukanya akses pasar bagi produk UMKM, serta terbentuknya kemitraan dan kerja sama baru. “Semangat Ignite Economy bukan hanya tentang menyalakan aktivitas ekonomi hari ini, tetapi tentang membangun ekosistem yang memungkinkan ekonomi tersebut terus tumbuh berkelanjutan dan memberikan manfaat yang semakin luas,” kata dia.

Penyelenggaraan JITEX juga sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendorong Jakarta masuk ke jajaran 20 kota global teratas dunia pada 2045. Melalui penguatan konektivitas perdagangan, investasi, serta jejaring internasional, JITEX diarahkan untuk turut membangun Jakarta sebagai Competitive Global City sekaligus Global Creative Hub.

JITEX 2026 menghadirkan rangkaian kegiatan yang dirancang untuk mempertemukan berbagai kepentingan dalam satu ekosistem ekonomi, mulai dari pameran produk lokal dan internasional, JITEX Business Matching dan Business Matching P3DN DKI Jakarta, forum bisnis dan investasi, penandatanganan MoU, diskusi panel dan talkshow, workshop, FGD, hingga networking programme.

Rangkaian tersebut turut diperkuat dengan kehadiran Asia Food & Ecosystem Expo (AFEX) dan Asia Sourcing Expo (ASE) sebagai pameran internasional, serta Asia Food & Ecosystem Summit dan ATTEC Global Investment Forum yang menjadi ruang diskusi dan konektivitas bagi pelaku usaha, investor, pemerintah, serta mitra dari Indonesia dan pasar internasional.

Tidak hanya menyasar kalangan bisnis dan investor, JITEX 2026 juga menghadirkan JITEX Culinary Festival, JITEX Concert, serta pertunjukan kebudayaan sebagai ruang interaksi bagi masyarakat Jakarta. Berbagai aktivitas tersebut menghubungkan aktivitas ekonomi dengan pariwisata, kreativitas, budaya, dan potensi lokal Jakarta. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading JITEX 2026 Resmi Dibuka, Dorong Jakarta Jadi Gerbang Perdagangan dan Investasi Global. Please share...!

Back To Top