Temuan SAP: Rekrutmen, Jadi Kunci Keberhasilan Sekaligus Tantangan BagiUsaha Kecil dan Menengah

(Foto: ilustrasi)

JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Satu dari dua usaha kecil dan menengah (UKM) di Amerika Serikat dan Perancis dan tiga dari empat UKM di Inggris merasa kesulitan dalam mengidentifikasi dan mendapatkan calon karyawan yang memenuhi syarat, menurut sebuah survei yang dirilis hari ini, Jumat (21/7/2017) oleh SAP (NYSE: SAP).

Dilakukan atas nama SAP oleh WideOpen, sebuah perusahaan konsultan strategi pelanggan, survei tersebut berfokus pada perusahaan yang berjumlah 500 karyawan atau lebih sedikit di industri ritel, perhotelan dan kesehatan.

Lebih dari sembilan dari 10 jabatan di bidang HR dan peran fungsional terkait (97 persen di Amerika Serikat dan 96 persen di Inggris dan Perancis) percaya bahwa proses mengidentifikasi kandidat yang memenuhi syarat merupakan tantangan terbesar dalam proses rekrutmen. Perusahaan seukuran ini membutuhkan solusi yang secara khusus dirancang untuk memenuhi persyaratan perekrutan unik milik mereka, dengan 86 persen responden di Amerika Serikat, 75 persen di Perancis dan 82 persen di Inggris mengindikasikan bahwa semacam perangkat lunak yang berfungsi mengelola data para pelamar akan meningkatkan kemampuan mereka secara efisien untuk mendapatkan karyawan yang tepat dan mengoptimalkan proses rekrutmen di dalam perusahaan.

Tantangan-tantangan lainnya yang ditemukan dalam survei tersebut mengindikasikan bahwa:

  • Mengkoordinasikan beragam posting lowongan merupakan salah satu hambatan terbesar dalam proses rekrutmen, di mana 82 persen responden di Amerika Serikat, 73 persen di Prancis dan 81 persen di Inggris merasa terbebani karena harus mengelola posting lowongan jabatan di beberapa platform rekrutmen sekaligus.

  • Mengelola kumpulan data pelamar merupakan sebuah masalah penting, menurut 91 persen perusahaan A.S., 83 persen perusahaan Inggris dan 65 persen perusahaan Perancis. Delapan puluh empat persen perusahaan A.S., 69 persen perusahaan Perancis dan 83 persen perusahaan Inggris mengatakan bahwa mereka tidak yakin akan cara mengorganisir data kandidat secara tepat dari berbagai saluran aplikasi.

  • Kurangnya kolaborasi rekan kerja selama proses perekrutan, dengan 86 persen responden yang disurvei di Amerika Serikat, 81 persen di Inggris dan 83 persen di Perancis melaporkan bahwa mereka berharap mereka dapat berkonsultasi dengan rekan mereka selama masa pemilihan kandidat.

Meghan M. Biro, CEO dan pendiri Talent Culture dan penulis sebuah e-book baru yang akan segera diluncurkan berjudul "The Must-Have Tools SMBs Need to Recruit Talent Today” (Peralatan Penting Yang Dibutuhkan UKM Untuk Merekrut Saat ini) merangkum temuan survei: "Untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis, usaha-usaha kecil perlu melakukan evaluasi ulang terhadap proses akuisisi talent yang mereka miliki. Survei ini menunjukkan bahwa para pengambil keputusan rekrutmen siap untuk menjalankan perangkat digital dalam upaya untuk mendapatkan kandidat yang diperlukan bagi kesuksesan usaha, secara efektif dan efisien." E-book ini akan menjelaskan berbagai tren dalam iklim perekrutan saat ini, temuan-temuan dari penelitian SAP, dan perangkat digital yang memberikan kemudahan dalam proses rekrutmen.

WorkConnect, solusi rekrutmen berbasis cloud keluaran SAP, dikembangkan untuk mengatasi tantangan ini secara khusus. Solusi ini memungkinkan usaha kecil menjangkau banyak platform lowongan pekerjaan dengan sekali klik. Pengguna pun dapat melacak dan mengelola data kandidat melalui satu dasbor terpusat. Dasbor tersebut juga memungkinkan pengguna untuk meminta dan menerima umpan balik dari sesame anggota tim rekrutmen dan dengan cepat mengkonsolidasikan masukan tersebut untuk membuat keputusan perekrutan secara lebih cepat.

"Menarik, mengelola dan mendapatkan bakat terbaik telah menjadi tugas yang sulit bagi usaha kecil; Namun, ini adalah salah satu bagian paling kritis dari usaha yang dijalankan dan telah menjadi elemen yang penting bagi keberhasilan bisnis jangka panjang," kata Simon Bouchez, CEO Multiposting yang berbasis di Perancis, yang sekarang menjadi bagian SAP. "Dengan menawarkan perangkat layaknya WorkConnect yang ditawarkan oleh SAP yang yang mengotomatisasi, merampingkan dan meningkatkan kualitas proses perekrutan, kami memberdayakan HR dan merekrut para profesional – atau dalam banyak kasus pemilik usaha – untuk berbuat lebih banyak untuk bisnis mereka."

WorkConnect adalah aplikasi yang mudah digunakan tanpa pelatihan yang dibutuhkan, implementasi yang sederhana dan proses pembelian yang lebih mudah. WorkConnect dapat dibeli secara online di SAP Store hanya dengan beberapa klik dan kartu kredit dengan harga yang terjangkau sebesar 27 dolar AS sebluan. Setelah dibeli, solusi ini memungkinkan pengguna untuk mulai mengelola proses perekrutan dengan lebih baik. Awalnya tersedia di Amerika Serikat, Inggris, Kanada dan Perancis, SAP berencana untuk segera mengembangkannya ke negara-negara lainnya segera. (red/dri)

Nyatanya, Usaha Kecil dan Menengah Belum Bertransformasi Digital secaraMaksimal

(Foto: ilustrasi)

JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Empat dari lima usaha kecil dan menengah (UKM) di dunia kini mulai melihat manfaat yang nyata dari transformasi digital, menurut sebuah studi global yang dikembangkan oleh IDC dan disponsori oleh SAP SE (NYSE: SAP).

Manfaat tersebut mencakup peningkatan penjualan, pengurangan biaya, kemudahan akses informasi dan peningkatan layanan pelanggan serta produktivitas pekerja. Namun, banyak juga di antara UKM yang belum menyadari potensi penuh dari transformasi digital: kurang dari 7 persen dari UKM telah mengintegrasikan usahanya untuk mendapatkan wawasan real-time yang mendorong optimisasi dalam berbagai proses dan alur kerja untuk mendapatkan hasil bisnis yang lebih baik.

"Transformasi digital dapat dengan cepat menjadi syarat penting dalam berbisnis bagi usaha kecil dan menengah yang ingin memaksimalkan tingkat pertumbuhan dan profitabilitas," kata Barry Padgett, presiden tim SMB (Small and Medium Businesses), SAP dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/2/2017).

"Studi ini menunjukkan bahwa usaha-usaha yang lebih kecil cenderung bersikap proaktif dan strategis dalam cara mereka berinvestasi dalam teknologi digital. Investasi ini, yang sebagian besar memiliki persyaratan yang minimum dalam hal investasi modal dan staf TI, memungkinkan lahirnya peluang yang belum pernah terjadi untuk skala dan efisiensi dengan menyediakan akses pada kemampuan teknologi yang dulunya berada di luar jangkauan perusahaan kecil," imbuhnya.

Survei tersebut, yang berfokus pada kemajuan transformasi digital usaha kecil dan menengah di 13 negara, menemukan bahwa:

  • UKM menerapkan pendekatan yang praktis dan taktis pada transformasi digital. Hampir 44 persen UKM pun tengah berinvestasi pada teknologi untuk merasakan perbedaan langsung dalam mendukung proses bisnis mereka saat ini.

  • Usaha menengah dengan 500-999 karyawan lebih mungkin memiliki pandangan jangka panjang. Hampir setengah dari mereka (46,5 persen) mengatakan bahwa partisipasi aktif mereka dalam ekonomi digital akan menjadi faktor penting bagi kelangsungan hidup perusahaan mereka dalam tiga sampai lima tahun ke depan. Hanya lebih dari sepertiga (38,2 persen) dari usaha kecil dengan kurang dari 100 karyawan merasakan hal yang sama.

  • Penggunaan cloud untuk implementasi telah menyederhanakan transformasi digital bagi perusahaan kecil, di mana dua dari lima perusahaan kecil menyatakan bahwa peluncuran solusi pertama mereka lebih mudah dari yang diharapkan atau tidak membutuhkan upaya ekstra.

  • Penggunaan perangkat lunak kolaboratif, manajemen hubungan pelanggan (CRM) dan aplikasi e-commerce kini meluas di kalangan UKM. Aplikasi ini seringkali berfungsi sebagai titik pertama bagi UKM untuk menuju transformasi digital. Satu dari tiga perusahaan yang lebih kecil yang disurvei mengatakan bahwa mereka lebih suka bila aplikasi ini ditawarkan melalui cloud.

  • Hampir tiga perempat (73 persen) dari perusahaan yang telah mengadopsi aplikasi digital melaporkan bahwa harapan mereka mengenai investasi teknologi telah dipenuhi atau dilampaui.

"UKM global semakin menyadari manfaat dari transformasi digital dan terus menambah sumber daya teknologi canggih," kata Ray Boggs, wakil presiden, penelitian usaha kecil dan menengah, IDC.

"Tapi tantangannya adalah dalam menghubungkan bidang teknologi yang berbeda untuk mendapatkan manfaat yang maksimal. Perusahaan yang melakukan hal tersebut cenderung bertumbuh lebih cepat dan lebih berhasil dalam lingkungan yang semakin kompetitif," lanjutnya.

Meski adanya keraguan, lebih dari sepertiga (34 persen) responden telah mengalokasikan budjet, staf dan sumber daya tambahan bagi terjadinya transformasi digital, dengan memastikan bahwa UKM akan mampu untuk terus maju seiring dengan pertumbuhan ekonomi digital. (red/dri)
Back To Top