Visa Bidik Pasar Affluent Indonesia yang Terus Bertumbuh
![]() |
| Country Manager Visa Indonesia Vira Widiyasari memaparkan pertumbuhan segmen affluent saat peluncuran pembaruan Visa Infinite di Jakarta |
JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Visa memperbarui layanan Visa Infinite di Indonesia dengan menambahkan dua kategori baru, yakni Visa Infinite Privilege dan Visa Infinite Private. Strategi tersebut diarahkan untuk menjangkau kebutuhan konsumen berpendapatan tinggi yang makin beragam, terutama dalam transaksi, perjalanan, dan layanan gaya hidup.
Country Manager Visa Indonesia Vira Widiyasari mengatakan pasar konsumen affluent di Indonesia terus berkembang, seiring meningkatnya tingkat kesejahteraan dan berubahnya preferensi terhadap layanan premium. Menurut dia, konsumen pada segmen tersebut tidak lagi hanya mencari produk sebagai simbol status, tetapi juga pengalaman yang lebih personal, autentik, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
“Indonesia merupakan salah satu pasar affluent yang berkembang pesat di Asia Pasifik. Konsumen premium Indonesia kini makin mengutamakan pengalaman yang personal dan bermakna, bukan sekadar akses terhadap layanan eksklusif,” ujarnya.
Visa memproyeksikan jumlah rumah tangga affluent di Indonesia meningkat lebih dari tiga kali lipat pada periode 2026–2030. Sementara itu, segmen serupa di kawasan Asia Pasifik diperkirakan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 8% hingga 2030.
Proyeksi tersebut membuka peluang bagi perbankan penerbit kartu, perusahaan pembayaran, serta penyedia layanan perjalanan dan gaya hidup untuk memperluas produk yang menyasar konsumen premium. Namun, persaingan di segmen ini juga menuntut penyedia layanan menawarkan manfaat yang lebih relevan dan tidak hanya mengandalkan fasilitas eksklusif.
Dalam pembaruan tersebut, Visa Infinite dibagi menjadi tiga tingkatan. Visa Infinite tetap menyasar kebutuhan transaksi sehari-hari, perjalanan, dan gaya hidup. Visa Infinite Privilege menawarkan manfaat serta pengalaman yang lebih luas, sedangkan Visa Infinite Private ditempatkan sebagai tingkatan tertinggi dan hanya tersedia melalui undangan.
Visa Infinite Private diarahkan untuk kelompok individu dengan kekayaan sangat tinggi atau ultra-high-net-worth individual (UHNWI), dengan layanan yang lebih personal dan akses terhadap pengalaman tertentu.
Visa juga membekali ketiga kategori itu dengan sejumlah kemampuan pembayaran, antara lain peningkatan batas transaksi, sistem otorisasi berbasis analisis risiko, penerbitan lintas negara, serta perlindungan transaksi yang berjalan secara berkelanjutan. Selain untuk transaksi bernilai tinggi, layanan tersebut dirancang agar pemegang kartu dapat membagikan akses kartu secara aman kepada pihak tepercaya melalui ekosistem digital.
Pembaruan Visa Infinite menjadi bagian dari strategi perusahaan memperkuat posisinya di pasar pembayaran premium. Di sisi lain, keberhasilan strategi tersebut akan bergantung pada kerja sama dengan bank penerbit, jaringan merchant, serta kemampuan perusahaan menyesuaikan manfaat dengan karakter konsumen di Indonesia.
Perubahan preferensi konsumen juga menjadi pertimbangan dalam pengembangan produk. Berdasarkan data yang disampaikan Visa, lebih dari separuh konsumen affluent lebih memprioritaskan pengalaman budaya dan interaksi dengan destinasi dibandingkan bentuk kemewahan konvensional.
Vira mengungkapkan pembaruan Visa Infinite diharapkan memberikan pilihan layanan yang lebih fleksibel bagi pemegang kartu.
“Setiap pemegang kartu dapat menikmati manfaat yang disesuaikan dengan gaya hidup, aspirasi, dan kebutuhan mereka yang terus berkembang,” katanya. (ym)






















