Pemuda.ai Resmi Meluncurkan di Hari Sumpah Pemuda: Asmuni, JFlow, dan Mimpi AI Karya Anak Bangsa Menaklukkan Dunia
JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Tepat di hari yang sama ketika para pemuda Indonesia bersumpah satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa 98 tahun lalu, sekelompok anak muda lain memilih jalan berbeda: mereka bersumpah lewat kecerdasan buatan.
Platform Pemuda.ai resmi menggelar Grand Launching hari ini. Bukan sekadar peluncuran produk teknologi biasa, melainkan deklarasi bahwa talenta lokal siap menciptakan ekosistem AI yang benar-benar milik Indonesia. Wajah pertamanya? Asmuni — Asisten Pemuda Terkini.
Dari Bambu Runcing ke Kecerdasan Buatan
Edi Sugianto, President Director Prominence Group (induk perusahaan Pemuda.ai), tidak berbasa-basi. “Dahulu para pemuda berjuang dengan bambu runcing. Kini kami ingin melanjutkan semangat perjuangan itu dengan teknologi AI,” ujarnya.
Menurutnya, Asmuni bukan sekadar chatbot. Ia dilahirkan sebagai bukti bahwa anak muda Indonesia mampu merancang teknologi yang benar-benar memahami kebutuhan lokal, bukan hanya mengimpor solusi dari luar.
Djoko Setyanto, CEO & Co-Founder Pemuda.ai, menambahkan dimensi yang lebih personal. Asmuni dirancang sebagai “rekan kerja virtual” yang bisa diajak brainstorming, kolaborasi, hingga membuat video. Targetnya jelas: kreator, sutradara, developer, pelaku UMKM, guru, bahkan petani.
“Teknologi AI harus semakin mudah dijangkau dan benar-benar terasa manfaatnya oleh semua orang,” tegasnya.Empat Senjata Pemuda.aiPlatform ini tidak hanya mengandalkan satu produk.
Empat layanan utama diluncurkan bersamaan:
- Pemuda Token — akses beragam model AI untuk developer dan korporasi
- Asmuni — asisten AI untuk individu maupun organisasi
- Pemuda Studio — studio produksi video berbasis AI
- Pemuda Satria — layanan keamanan siber terkelola
Yang paling menarik perhatian publik adalah bagaimana mereka membuktikan kapabilitasnya secara langsung di panggung peluncuran.
Video Remake Sumpah Pemuda yang Dibuat Sepenuhnya oleh AI Lokal
Sebagai bukti nyata, Pemuda.ai merilis Video Remake Sumpah Pemuda. Seluruh proses — dari desain visual, pembuatan video, hingga aransemen musik — dikerjakan menggunakan Pemuda Studio (studio.pemuda.ai) dan engine milik sendiri. Tidak ada outsourcing ke platform luar. Semuanya “buatan rumah”.
JFlow Turun Tangan, Ciptakan Theme Song "Pemoeda"
Kehadiran Joshua Matulessy atau yang lebih dikenal sebagai JFlow menambah daya tarik acara. Musisi, rapper, dan produser yang sudah lama dikenal sebagai salah satu wajah kebanggaan industri musik tanah air ini menciptakan lagu spesial berjudul “Pemoeda”. Lagu tersebut resmi menjadi theme song peluncuran Pemuda.ai.
Kolaborasi ini bukan hanya soal musik. Ini adalah sinyal bahwa ekosistem kreatif lokal mulai bergerak bersama, bukan saling bersaing secara terpisah.
Roadmap Ambisius: Dari Lokal ke Global
Prominence Group dan Pemuda.ai sudah menyiapkan peta jalan khusus untuk sektor ekonomi kreatif. Fokusnya: komunitas, freelancer, production house, dan developer lokal. Targetnya bukan main-main — membawa karya dan ekosistem developer Indonesia bersaing hingga mendominasi pasar global di tahun-tahun mendatang.
Sebelum grand launching, Prominence juga telah menandatangani Nota Kesepahaman secara simbolis dengan Onno Center, pusat pengembangan dan literasi teknologi. (red/dri)



















