Lab Indonesia 2026 Bidik Pasar Laboratorium Dalam Negeri
![]() |
| Deputy Event Director dari PT Pamerindo Indonesia Kristi Wulandari (kanan) berfoto bersama saat jumpa pers pameran Lab Indonesia 2026 |
JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Lab Indonesia 2026 membidik pasar industri laboratorium yang terus tumbuh di Indonesia. Pada 2027, nilai pasar laboratorium di dalam negeri diprediksi mencapai US$ 3,1 miliar.
“Laboratorium semakin dipandang sebagai infrastruktur ilmiah yang krusial dalam mendukung riset, inovasi, serta pengembangan industri di berbagai sektor. Di Indonesia, kebutuhan terhadap layanan dan teknologi laboratorium terus meningkat, seiring dengan pertumbuhan industri manufaktur dan berbagai program nasional untuk meningkatkan kualitas produksi, pengendalian mutu, serta kepatuhan terhadap standar industri,” kata Deputy Event Director dari PT Pamerindo Indonesia Kristi Wulandari.
Kristi mengungkapkan, saat ini terdapat lebih dari 10.500 laboratorium kesehatan masyarakat di seluruh Indonesia, sementara pasar laboratorium klinis nasional diproyeksikan mencapai lebih dari USD 3,1 miliar pada 2027.
“Dalam konteks tersebut, Lab Indonesia 2026 kembali digelar pada 15–17 April di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. Pada edisi ke-8, Lab Indonesia telah berkembang menjadi pameran industri laboratorium di Indonesia yang mencakup sektor produk kimia untuk sektor medis, farmasi, pendidikan, dan penelitian ilmiah. Lab Indonesia juga berperan sebagai platform bisnis strategis yang mempertemukan inovasi, penemuan, serta teknologi laboratorium dari berbagai negara untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang,” kata Kristi.
Perkembangan ini sejalan dengan pesatnya pertumbuhan industri teknologi laboratorium global, yang diperkirakan meningkat dari USD 258,71 miliar pada 2023 menjadi sekitar USD 468,15 miliar pada 2032. Dalam lanskap industri yang semakin kompetitif tersebut, kolaborasi antara industri, regulator, dan institusi akademik menjadi semakin penting dalam mendorong inovasi serta meningkatkan daya saing nasional.
Target 15 Ribu Pengunjung
Dengan pemindahan tempat ke ICE BSD City, Lab Indonesia 2026 juga akan hadir dengan skala pameran yang lebih besar di atas lahan seluas lebih dari 14.500 meter persegi. “Kami menargetkan lebih dari 300 perusahaan exhibitor serta sekitar 15.000 pengunjung profesional dari berbagai sektor industri,” kata Kristi.
Selain itu, empat paviliun internasional dari China, Jerman, Korea, dan Malaysia juga dijadwalkan berpartisipasi. Pameran juga diikuti oleh perusahaan-perusahaan ternama dari 16 negara/wilayah – Amerika, China, Finlandia, Hong Kong, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Prancis, Singapura, Swedia, Swiss, dan Taiwan.
Tingginya minat perusahaan internasional juga tercermin dari tingkat kepuasan peserta pameran pada penyelenggaraan sebelumnya. “Kami meyakini bahwa masa depan laboratorium Indonesia ditentukan oleh kemampuan dalam memberikan hasil yang akurat, andal, dan sesuai standar regulasi, sembari tetap meningkatkan efisiensi dan mengadopsi teknologi analitik mutakhir. Melalui partisipasi kami di Lab Indonesia 2026, kami ingin menunjukkan komitmen terhadap transformasi ini,” ujar Saptogiri, selaku Managing Director PT Wiralab Analitika Solusindo.
Selain Wiralab, sekitar 53% peserta loyal telah menyatakan minat untuk kembali berpartisipasi pada Lab Indonesia 2026, menunjukkan bahwa pameran ini dipandang sebagai platform strategis untuk menjangkau pasar laboratorium di Indonesia.
Komposisi peserta pameran juga menunjukkan dominasi perusahaan yang bergerak di bidang laboratory instruments dan scientific equipment, yang menjadi peran penting dalam teknologi laboratorium modern. Selain itu, solusi laboratory consumables, laboratory testing, research & development, serta quality assurance dan quality control juga menjadi sektor yang mendapat perhatian dalam pameran ini.
“Kehadiran teknologi di bidang bioteknologi, pengujian lingkungan, hingga pengujian farmasi mencerminkan semakin luasnya kebutuhan industri terhadap sistem analisis laboratorium yang lebih presisi, efisien, dan sesuai dengan standar global,” kata Kristi. (ym)



























