indonesiaterkini.com

indonesiaterkini.com

Pemuda.ai Resmi Meluncurkan di Hari Sumpah Pemuda: Asmuni, JFlow, dan Mimpi AI Karya Anak Bangsa Menaklukkan Dunia

(Ki-Ka)Djoko Setyanto, CEO Pemuda.ai, Edi Sugianto, President Director PT Kencana Satu Nuswapada atau dikenal dengan Prominence, Rudolf P Nainggolan, Komisaris Utama PT Kencana Satu Nuswapada atau dikenal dengan Prominence, Hotma Abigail Sirait, Komisaris Utama PT Kencana Satu Nuswapada (Prominence)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Tepat di hari yang sama ketika para pemuda Indonesia bersumpah satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa 98 tahun lalu, sekelompok anak muda lain memilih jalan berbeda: mereka bersumpah lewat kecerdasan buatan.

Platform Pemuda.ai resmi menggelar Grand Launching hari ini. Bukan sekadar peluncuran produk teknologi biasa, melainkan deklarasi bahwa talenta lokal siap menciptakan ekosistem AI yang benar-benar milik Indonesia. Wajah pertamanya? Asmuni — Asisten Pemuda Terkini.

Dari Bambu Runcing ke Kecerdasan Buatan

Edi Sugianto, President Director Prominence Group (induk perusahaan Pemuda.ai), tidak berbasa-basi. “Dahulu para pemuda berjuang dengan bambu runcing. Kini kami ingin melanjutkan semangat perjuangan itu dengan teknologi AI,” ujarnya.

Menurutnya, Asmuni bukan sekadar chatbot. Ia dilahirkan sebagai bukti bahwa anak muda Indonesia mampu merancang teknologi yang benar-benar memahami kebutuhan lokal, bukan hanya mengimpor solusi dari luar.

Djoko Setyanto, CEO & Co-Founder Pemuda.ai, menambahkan dimensi yang lebih personal. Asmuni dirancang sebagai “rekan kerja virtual” yang bisa diajak brainstorming, kolaborasi, hingga membuat video. Targetnya jelas: kreator, sutradara, developer, pelaku UMKM, guru, bahkan petani.

“Teknologi AI harus semakin mudah dijangkau dan benar-benar terasa manfaatnya oleh semua orang,” tegasnya.Empat Senjata Pemuda.aiPlatform ini tidak hanya mengandalkan satu produk.

Empat layanan utama diluncurkan bersamaan:

  • Pemuda Token — akses beragam model AI untuk developer dan korporasi
  • Asmuni — asisten AI untuk individu maupun organisasi
  • Pemuda Studio — studio produksi video berbasis AI
  • Pemuda Satria — layanan keamanan siber terkelola

Yang paling menarik perhatian publik adalah bagaimana mereka membuktikan kapabilitasnya secara langsung di panggung peluncuran.

Video Remake Sumpah Pemuda yang Dibuat Sepenuhnya oleh AI Lokal

Sebagai bukti nyata, Pemuda.ai merilis Video Remake Sumpah Pemuda. Seluruh proses — dari desain visual, pembuatan video, hingga aransemen musik — dikerjakan menggunakan Pemuda Studio (studio.pemuda.ai) dan engine milik sendiri. Tidak ada outsourcing ke platform luar. Semuanya “buatan rumah”.

JFlow Turun Tangan, Ciptakan Theme Song "Pemoeda"

Kehadiran Joshua Matulessy atau yang lebih dikenal sebagai JFlow menambah daya tarik acara. Musisi, rapper, dan produser yang sudah lama dikenal sebagai salah satu wajah kebanggaan industri musik tanah air ini menciptakan lagu spesial berjudul “Pemoeda”. Lagu tersebut resmi menjadi theme song peluncuran Pemuda.ai.

Kolaborasi ini bukan hanya soal musik. Ini adalah sinyal bahwa ekosistem kreatif lokal mulai bergerak bersama, bukan saling bersaing secara terpisah.

Roadmap Ambisius: Dari Lokal ke Global

Prominence Group dan Pemuda.ai sudah menyiapkan peta jalan khusus untuk sektor ekonomi kreatif. Fokusnya: komunitas, freelancer, production house, dan developer lokal. Targetnya bukan main-main — membawa karya dan ekosistem developer Indonesia bersaing hingga mendominasi pasar global di tahun-tahun mendatang.

Sebelum grand launching, Prominence juga telah menandatangani Nota Kesepahaman secara simbolis dengan Onno Center, pusat pengembangan dan literasi teknologi. (red/dri)

METRO Department Store dan Story of Hadirkan Kolaborasi Perdana di Jakarta Fashion Week 2027 Melalui Koleksi 'Romanticist'

(ist)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- METRO Department Store dan The Story Of (TSO) berkolaborasi untuk pertama kalinya di panggung Jakarta Fashion Week 2027 melalui presentasi koleksi bertajuk “ROMANTICIST: A Modern Love Affair with the Art of Dressing”. Kolaborasi ini mempertemukan perspektif kreatif The Story Of dengan pengalaman METRO dalam dunia ritel mode, sekaligus menghadirkan interpretasi kontemporer tentang feminitas, karakter, dan seni berpakaian sebagai bentuk ekspresi diri.

Bagi METRO Department Store, partisipasi tahun ini menandai keikutsertaan keempat kalinya di Jakarta Fashion Week sejak 2023. Melalui rangkaian kolaborasi bersama desainer dan merek mode Indonesia, METRO terus menghadirkan ruang bagi kreativitas lokal untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Sementara itu, bagi The Story Of, kolaborasi ini menjadi kesempatan untuk membawa karakter desain dan perspektif kreatifnya ke panggung mode yang lebih luas melalui sinergi dengan METRO.

Mengusung tema “ROMANTICIST”, koleksi ini merayakan feminitas melalui siluet ekspresif, detail lembut, serta eksplorasi desain yang merefleksikan keindahan dalam proses menemukan dan mengekspresikan diri. Melalui 24 looks, The Story Of menghadirkan interpretasi modern tentang seni berpakaian yang memadukan karakter, keanggunan, dan individualitas. Setiap tampilan menggambarkan perempuan modern yang memiliki kebebasan untuk mengekspresikan dirinya melalui pilihan busana yang personal, autentik, dan berkarakter.

Terinspirasi dari kisah, pengalaman, dan berbagai hal yang ditemukan dalam keseharian, The Story Of menerjemahkan gagasan tersebut ke dalam koleksi yang menempatkan busana sebagai medium bercerita. ROMANTICIST tidak hanya menampilkan estetika visual, tetapi juga merayakan hubungan personal antara perempuan dan cara mereka berpakaian, sebuah pendekatan yang menjadikan gaya sebagai refleksi identitas, perasaan, dan perjalanan menjadi diri sendiri.

“Bagi METRO, Jakarta Fashion Week merupakan salah satu ruang penting untuk merayakan perkembangan industri mode Indonesia sekaligus mempertemukan kreativitas dengan dunia ritel. Tahun ini menjadi partisipasi kami yang keempat sejak 2023, dan kami bangga dapat melanjutkan perjalanan tersebut bersama The Story Of. Kami melihat kolaborasi ini sebagai kesempatan untuk memperkenalkan perspektif desain yang khas kepada audiens yang lebih luas, sekaligus menghadirkan pengalaman mode yang inspiratif bagi para pecinta fashion,” ujar Christopher Caesario, Head of Marketing Communication METRO Department Store.

Senada dengan semangat kolaborasi tersebut, Kukuh Zuttion, Creative Director dan CEO The Story Of, menyampaikan, “Kolaborasi bersama METRO di Jakarta Fashion Week menjadi langkah baru bagi The Story Of untuk membawa karya kami ke konteks yang berbeda. Kami melihat kesempatan ini sebagai ruang untuk mempertemukan pendekatan desain kami dengan perspektif ritel mode, sekaligus membuka peluang bagi lebih banyak orang untuk mengenal karakter The Story Of. Melalui ROMANTICIST, kami ingin merayakan seni berpakaian sebagai sesuatu yang personal, yang tumbuh dari karakter, pengalaman, dan cara setiap individu mengekspresikan dirinya. Kami berharap kolaborasi ini menjadi awal dari hubungan kreatif yang terus berkembang.” (ym)

Butter Baby Bawa The Real-Life Blind Box ke Blok M

(ist)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Menjelang peluncuran rasa terbaru pada 30 Oktober, Butter Baby mengajak pengunjung untuk menjadi yang pertama menebak kejutan berikutnya lewat The Real-Life Blind Box. Selama dua hari, 24–25 Oktober 2026, pengunjung Butter Baby Blok M dapat memasuki booth gelap dan mencicipi tiga rasa donat tanpa mengetahui rasa yang sedang mereka coba—termasuk satu rasa spesial yang akan segera diluncurkan.

Tanpa menu dan tanpa petunjuk visual, pengunjung diajak mengandalkan insting mereka untuk menerka rasa tersebut. Setelah menyampaikan jawaban, lampu hijau atau merah akan menyala sebagai penanda apakah tebakan mereka benar. Mereka yang berhasil menebak rasa spesial ini berkesempatan membawa pulang hadiah eksklusif dari Butter Baby.

Lewat aktivasi ini, Butter Baby menjadikan momen menjelang peluncuran produk sebagai pengalaman yang lebih playful dan partisipatif. Bukan sekadar memperkenalkan rasa baru, tetapi mengajak komunitas untuk ikut penasaran, mencoba lebih dulu, dan menjadi bagian dari cerita sebelum kejutan tersebut resmi hadir.

“Kadang, rasa justru lebih seru ketika kita tidak tahu apa yang akan datang,” ujar Nick Burch, Co-founder Butter Baby. “Lewat The Real-Life Blind Box, kami ingin mengajak orang menikmati donat dengan cara yang lebih spontan, playful, dan sedikit di luar kebiasaan.”

The Real-Life Blind Box dari Butter Baby mengemas eksplorasi rasa menjadi sebuah interaksi interaktif. Pengunjung diajak memasuki booth khusus untuk menebak rasa dan menanti sinyal lampu penanda, menciptakan momen serta reaksi otentik yang berkesan untuk dibagikan.

Sejumlah kreator turut akan mengikuti sesi blind taste test untuk menangkap berbagai reaksi jujur di dalam booth. Dari tebakan yang meyakinkan hingga jawaban yang sama sekali meleset, setiap pengalaman menjadi bagian dari keseruan yang ingin dibawa Butter Baby ke Blok M sepanjang akhir pekan.

Butter Baby kembali menghidupkan keajaiban Butterlandia secara nyata melalui aktivasi interaktif ini. Mengombinasikan booth gelap, pencahayaan dramatis, serta setiap gigitan donat yang memicu rasa penasaran, acara ini diciptakan sebagai bentuk little moment of joy - sebuah pengalaman berkesan yang seru untuk dinikmati, didokumentasikan, dan dibagikan. (sd)

AMD dan Intel Bersatu! Raksasa Chip x86 Akhirnya Kolaborasi Besar untuk AI di CPU



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Dunia teknologi baru saja diguncang kabar yang jarang terjadi: dua rival abadi, AMD dan Intel, resmi bergandengan tangan. Bukan untuk saling sikut di pasar prosesor, tapi untuk menyatukan kekuatan demi satu tujuan besar—membuat AI di CPU x86 jauh lebih mudah, cepat, dan efisien bagi para pengembang.

Satu Pintu Masuk untuk Semua CPU x86Hari ini, AMD dan Intel mengumumkan kolaborasi strategis yang akan mengubah cara pengembang menjalankan beban kerja AI di prosesor x86. Kedua perusahaan sepakat untuk menggabungkan semua upaya optimalisasi CPU mereka ke dalam oneDNN, pustaka deep learning open source di bawah naungan Unified Acceleration Foundation (UXL).

Hasilnya? Satu jalur software terpadu. Artinya, developer tidak lagi perlu pusing memilih jalur berbeda hanya karena pakai prosesor AMD atau Intel. Cukup sekali tulis kode, lalu jalankan di CPU mana pun—baik Ryzen, EPYC, Core, maupun Xeon—dengan performa yang sudah dioptimalkan.

AMD bahkan sedang mengintegrasikan teknologi andalannya, ZenDNN, langsung ke dalam oneDNN. Selain itu, AMD resmi bergabung sebagai anggota komite pengarah (steering member) di UXL Foundation, menegaskan komitmen mereka terhadap kolaborasi terbuka.

Mengapa Ini Sangat Penting?

Fragmentasi selalu jadi momok di ekosistem AI. Selama ini, optimalisasi untuk CPU AMD dan Intel berjalan terpisah. Akibatnya, developer harus bekerja dua kali, memelihara dua versi kode, dan sering kali mengorbankan performa di salah satu platform.

Dengan langkah ini, semua berubah:

  • Satu tempat untuk semua optimalisasi CPU x86 di PyTorch
  • Pengembangan, pemeliharaan, dan deployment aplikasi AI jadi jauh lebih sederhana
  • Ekosistem x86 jadi lebih solid dan kompetitif menghadapi tantangan AI masa depan

Robert Hormuth, Corporate Vice President Architecture and Strategy AMD, menekankan, "AMD terus mengembangkan ekosistem open software yang memberikan lebih banyak pilihan kepada para pengembang dan mempermudah pengembangan aplikasi AI berperforma tinggi. Melalui kerja sama dengan x86 Ecosystem Advisory Group, kami menyatukan industri untuk mengembangkan teknologi bersama yang menyederhanakan proses pengembangan di berbagai prosesor x86.”

Sementara Jeff McVeigh dari Intel menambahkan, “Para pengembang seharusnya tidak perlu mempertimbangkan jalur perangkat lunak yang berbeda untuk mendapatkan kinerja terbaik dari CPU x86. Melalui kerja sama dengan AMD menggunakan oneDNN, komunitas PyTorch dapat menerapkan pendekatan yang konsisten untuk prosesor modern.”

Stephen Watt dari Red Hat (juga duta PyTorch) menyebut langkah ini sebagai “langkah besar dalam mengatasi fragmentasi ekosistem.”

Bukan Hanya Optimasi, Tapi Juga Masa Depan Instruksi AI

Kolaborasi ini tidak berhenti di oneDNN. AMD dan Intel juga bersama-sama mengembangkan AI Compute Extensions (ACE)—arsitektur set instruksi (ISA) generasi berikutnya untuk x86.

ACE dirancang khusus untuk mempercepat operasi perkalian matriks, jantung dari hampir semua beban kerja AI modern. Teknologi ini nanti akan diintegrasikan ke PyTorch melalui pembaruan oneDNN, membuka pintu bagi performa AI di CPU yang jauh lebih tinggi di masa depan.

Apa Artinya untuk Kita?

Bagi developer, ini adalah kabar gembira. Tidak perlu lagi memilih “tim AMD” atau “tim Intel” hanya karena masalah software. Bagi perusahaan yang menjalankan AI di data center atau edge, ini berarti deployment yang lebih fleksibel dan biaya pengembangan yang lebih rendah. Bagi ekosistem x86 secara keseluruhan, ini adalah sinyal kuat bahwa dua pemain terbesar siap bersaing di level hardware, tapi bersatu di level software demi kemajuan bersama.

Rivalitas AMD vs Intel memang tak akan pernah padam. Tapi hari ini, keduanya membuktikan bahwa demi AI, mereka bisa duduk di meja yang sama—dan hasilnya bisa sangat menguntungkan semua pihak. Era AI di CPU x86 yang lebih sederhana dan powerful, resmi dimulai. (red/dri)

Perusahaan UKM Kini Hadapi Tantangan Baru: Bukan Lagi Akses Teknologi, Melainkan Memilih yang Tepat



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Beberapa tahun lalu, kecerdasan buatan (AI) masih terasa seperti teknologi dari film fiksi ilmiah. Hanya segelintir perusahaan berani mencoba. Kini, AI sudah menjadi bagian sehari-hari, bahkan bagi usaha kecil dan menengah (UKM). Akses bukan lagi masalah utama. Tantangan terbesar justru muncul: bagaimana memilih teknologi yang benar-benar tepat.

Di tengah lautan pilihan perangkat dan solusi, tidak semua cocok dengan kebutuhan setiap UKM. Tidak semua investasi memberikan dampak yang sama. Sering kali, perbedaan antara terus tumbuh dan tertinggal bukan terletak pada seberapa besar uang yang dikeluarkan, melainkan pada bagaimana keputusan itu diambil.

Perkembangan AI semakin memperjelas pentingnya pilihan ini. Dunia tengah beralih dari sekadar asisten yang menunggu perintah menuju agentic AI—sistem yang mampu bernalar, mengambil informasi, menggunakan berbagai alat, dan menjalankan alur kerja secara bertahap. Bagi UKM, ini membuka peluang besar untuk mengotomatiskan pekerjaan rutin. Karyawan bisa lebih fokus pada hubungan dengan pelanggan, kreativitas, dan keputusan yang bernilai tinggi.

Namun, transformasi digital juga membawa tuntutan baru: konektivitas lebih luas, data lebih banyak, dan kebutuhan komputasi yang meningkat. Infrastruktur, khususnya kapasitas pemrosesan, menjadi faktor penentu.

Di AMD, tren ini terlihat jelas setiap hari. Perusahaan berkomitmen menghadirkan teknologi yang tidak hanya kencang, tetapi juga mempermudah pengambilan keputusan. Prosesor AMD Ryzen™ AI menjadi contoh nyata. Dengan neural processing unit (NPU) yang terintegrasi, kemampuan AI dapat dijalankan secara lokal dan efisien di perangkat, tanpa harus sepenuhnya bergantung pada cloud. Fitur seperti asisten cerdas, otomatisasi tugas, pemrosesan data real-time, dan pengalaman pengguna yang lebih baik bisa dihadirkan dengan kecepatan serta efisiensi yang lebih tinggi.

Ada juga sisi ekonominya. AI berbasis cloud tetap penting, tetapi beban kerja yang sering dijalankan bisa menimbulkan biaya berulang. AI lokal memberi UKM fleksibilitas: mereka bisa menimbang kapabilitas, kecepatan respons, kendali atas data, dan biaya jangka panjang. Bukan soal memilih salah satu, melainkan memiliki pilihan untuk menggunakan keduanya sesuai kebutuhan.

Dampaknya jauh melampaui aspek teknis. Perangkat yang siap AI mengubah komputer menjadi mitra aktif—bukan sekadar alat, melainkan asisten yang membantu, mengotomatiskan, mengoptimalkan sumber daya, dan mendukung pengambilan keputusan. Yang menarik, AI terintegrasi justru bisa menyederhanakan pekerjaan sehari-hari tanpa memerlukan investasi infrastruktur tambahan yang besar.

Pada akhirnya, adopsi teknologi seperti ini bukan sekadar upgrade. Ini adalah keputusan strategis. UKM sudah mengambil langkah pertama dengan mengadopsi perangkat baru. Tantangan berikutnya adalah bagaimana memanfaatkannya untuk menciptakan nilai nyata. Karena di era AI, yang membedakan bukanlah akses terhadap segalanya, melainkan kemampuan memilih apa yang benar-benar dibutuhkan.

Disusun berdasarkan tulisan Alexey Navolokin, General Manager APAC AMD. (red/dri)

Hino Tingkatkan Kapasitas Baterai Seluruh Lini Big Bus

Foto (ist)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Seiring berkembangnya kebutuhan fasilitas dan kenyamanan penumpang dalam industri transportasi bus, penggunaan berbagai perangkat kelistrikan seperti dispenser, port USB pengisian daya, sistem hiburan audio, serta perangkat pendukung lainnya yang semakin meningkat. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) melakukan peningkatan kapasitas baterai pada seluruh lini Hino Big Bus, yang mencakup Hino RK 280, Hino RM 280, dan Hino AK 240. Peningkatan dilakukan dengan mengganti spesifikasi baterai dari sebelumnya 2 x 120 Ah menjadi 2 x 150 Ah pada seluruh model lini Hino Big Bus. Pembaruan ini merupakan bagian dari komitmen Hino dalam menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan operasional pelanggan sekaligus mendukung meningkatnya kebutuhan sistem kelistrikan kendaraan. Implementasi peningkatan kapasitas baterai tersebut dilakukan secara bertahap sesuai jadwal produksi masing-masing model pada periode September hingga Oktober 2026. Dengan kapasitas baterai yang lebih besar, Hino Big Bus kini memiliki dukungan kelistrikan yang lebih optimal untuk menunjang beragam kebutuhan operasional kendaraan. Peningkatan ini diharapkan dapat membantu menjaga performa baterai, meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, serta memastikan seluruh komponen dan perangkat pendukung dapat beroperasi secara optimal.

"Kami memahami bahwa kebutuhan operasional bus terus mengalami perubahan, termasuk meningkatnya penggunaan berbagai perangkat kelistrikan untuk menunjang kenyamanan dan pengalaman perjalanan penumpang. Peningkatan kapasitas baterai pada seluruh lini Hino Big Bus merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam menghadirkan produk yang semakin sesuai dengan kebutuhan pelanggan, baik untuk operasional pariwisata maupun transportasi antarkota dan antarprovinsi," ujar Tri Hariyanto, Market Development Division Head HMSI. (sd)

AMD Perluas FSR Upscaling 4.1 ke RX 6000, Ryzen AI, Handheld hingga Xbox



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- AMD resmi merilis perluasan besar teknologi upscaling berbasis machine learning terbarunya, FSR Upscaling 4.1. Kini teknologi yang sebelumnya hanya tersedia di GPU kelas atas bisa dinikmati di lebih banyak perangkat, termasuk kartu grafis Radeon RX 6000 Series yang sudah berumur, prosesor Ryzen AI, perangkat handheld, hingga konsol Xbox Series X|S.

Apa yang Baru?

FSR Upscaling 4.1 merekonstruksi gambar beresolusi rendah menjadi visual tajam berkualitas tinggi. Hasilnya jauh lebih baik dibanding FSR 3.1, sekaligus meningkatkan frame rate. AMD berhasil mengoptimalkan model INT8-nya sehingga bisa berjalan di hardware yang lebih tua dan hemat daya.

Dukungan baru meliputi:

  • Radeon RX 6000 Series — GPU yang diluncurkan sejak 2020 kini mendapat peningkatan kualitas gambar signifikan tanpa perlu ganti hardware.
  • Sistem Ryzen AI Max — Termasuk laptop high-performance dan mini-PC seperti Ryzen AI Halo, ASUS ROG Flow Z13, serta TUF A14.
  • Prosesor Ryzen AI 9 dan Ryzen Z2 series (AI Z2 Extreme, Z2 Extreme, Z2 A) — Versi yang lebih efisien khusus untuk laptop mainstream dan handheld gaming, termasuk ASUS ROG Xbox Ally X1.
  • Xbox Series X|S — Akan segera hadir, dikonfirmasi langsung oleh CTO Xbox Scott Van Vliet.

Mengapa Ini Penting?

Bagi pemilik RX 6000 Series, ini seperti mendapat “upgrade gratis”. Kualitas gambar naik signifikan dibanding FSR 3.1, sehingga game tetap terlihat tajam dan mulus tanpa harus membeli GPU baru. Di perangkat handheld dan laptop tipis, model yang lebih ringkas memastikan performa tetap tinggi meski layar kecil dan daya terbatas. Sementara di Xbox, gamer konsol akan merasakan peningkatan visual yang sama.

Peluncuran ini merupakan bagian dari driver AMD Software: Adrenalin Edition 26.10.1 yang sudah tersedia di situs AMD. Selain perluasan platform, AMD juga mengumumkan dukungan FSR 4 untuk Vulkan, perbaikan frame pacing pada Frame Generation, dan beberapa peningkatan lainnya.

Jack Huynh, Senior Vice President & General Manager Computing and Graphics Group AMD, bersama perwakilan ASUS dan Xbox, menjelaskan detail teknologi ini dalam video pengumuman resmi. Informasi lengkap bisa dilihat di AMDGaming.com.

Dengan FSR Upscaling 4.1 yang kini tersedia di lebih banyak perangkat, AMD semakin memperkuat komitmennya: teknologi upscaling canggih bukan hanya untuk hardware terbaru, tapi juga untuk hardware yang sudah dimiliki para gamer. Saatnya bermain dengan kualitas visual yang lebih baik, di mana saja. (red/dri)

Hyundai JUMP School Indonesia Masuki Tahun Ketiga

Hyundai JUMP School Indonesia semakin memperluas jangkauannya dengan bergabungnya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai mitra universitas terbaru, bersama Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Kolaborasi ini sekaligus menandai ekspansi pertama Hyundai JUMP School ke Surabaya, setelah sebelumnya dilaksanakan di Jakarta dan Bandung


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Sejalan dengan visi “Progress for Humanity”, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) terus memperkuat komitmennya terhadap pengembangan generasi muda dan pendidikan di Indonesia melalui Hyundai JUMP School Indonesia. Memasuki tahun ketiganya, program ini terus berkembang dari sisi jangkauan maupun kolaborasi, sehingga semakin banyak mahasiswa, siswa sekolah, dan komunitas lokal yang dapat memperoleh manfaat dari berbagai kegiatan mentoring dan pendidikan yang dihadirkan.

Tahun ini, Hyundai JUMP School Indonesia semakin memperluas jangkauannya dengan bergabungnya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai mitra universitas terbaru, bersama Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Kolaborasi ini sekaligus menandai ekspansi pertama Hyundai JUMP School ke Surabaya, setelah sebelumnya dilaksanakan di Jakarta dan Bandung.

Kenny Lee, President Director PT Hyundai Motors Indonesia, mengatakan, “Memasuki tahun ketiganya, Hyundai JUMP School Indonesia terus mencerminkan keyakinan kami bahwa sebuah kemajuan akan semakin bermakna ketika mampu memberikan dampak positif bagi sesama. Melalui program ini, kami ingin memberdayakan generasi muda untuk terus belajar, berbagi, dan menginspirasi generasi berikutnya. Tahun ini, kami juga bangga menyambut Institut Teknologi Sepuluh Nopember di Surabaya, yang bergabung bersama Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung. Perkembangan ini mencerminkan komitmen jangka panjang Hyundai dalam mendukung generasi muda Indonesia. Melalui Hyundai JUMP School, kami berharap dampak positif yang tercipta dapat terus berlanjut melampaui setiap batch dan turut membangun komunitas yang semakin kuat di masa depan.”

Hyundai JUMP School Indonesia pertama kali diperkenalkan pada September 2024, dengan Batch 1 yang berlangsung hingga Juni 2025 melalui kolaborasi bersama Universitas Indonesia. Program kemudian dilanjutkan dengan Batch 2 pada Oktober 2025, dengan memperluas kolaborasi bersama Institut Teknologi Bandung sekaligus memperluas jangkauan program dari wilayah Jabodetabek ke Bandung. Melanjutkan perkembangan selama dua tahun pertama, Batch 3 semakin memperluas jaringan program dengan bergabungnya ITS sekaligus membawa Hyundai JUMP School ke Surabaya untuk pertama kalinya. (ym)

Meta dan Kemendag Bantu UMKM Ubah Iklan Rp150 Ribu Jadi 7.6x Return dengan AI

Meta dan Kementerian Perdagangan menutup rangkaian program ‘Gapai Pasar Global dengan AI’ 


TANGERANG (IndonesiaTerkini.com)- Meta di Indonesia bersama Kementerian Perdagangan dan UKMIndonesia.id menutup rangkaian program pendampingan UMKM bertajuk ‘Gapai Pasar Global dengan AI’ di Trade Expo Indonesia 2026 setelah melatih 200 UMKM di Bandung, Batam, dan Jakarta untuk memanfaatkan AI dan solusi bisnis Meta guna menjangkau pasar global. Sejumlah peserta telah mencatat transaksi ekspor ke Malaysia dan Singapura, termasuk Zayya yang meraih 7,6x return dari iklan Rp150 ribu.

Program ini secara khusus menyasar UMKM dengan produk yang telah siap ekspor. Melalui pelatihan, mentoring, dan praktik langsung di tiga kota, peserta menggunakan AI dan solusi bisnis Meta untuk mengatasi salah satu tantangan utama dalam memasuki pasar global, yaitu untuk dapat menemukan dan terhubung dengan calon pembeli di pasar tujuan.

“Ini untuk kesekian kalinya kita bertemu dan berkolaborasi untuk meningkatkan daya saing bersama rekan-rekan UMKM semua. Kita bersyukur banyak lembaga, institusi yang terus berjalan bersama dengan pemerintah untuk meningkatkan ekonomi kita, UMKM kita. Sekarang era digital, kita harus bisa memanfaatkan AI dengan baik. Dan terima kasih kepada Meta yang sudah memfasilitasi ini. Sekarang eranya discovery commerce, jadi produk ataupun consumer yang akan mencari,” Budi Santoso, Menteri Perdagangan Republik Indonesia.

Menambahkan hal tersebut, Sarim Aziz, Direktur Kebijakan Publik Meta untuk Asia Tenggara, mengatakan, “Bagi UMKM, AI bisa mulai menjadi cara untuk bekerja lebih efisien, memahami pasar, dan mengalokasikan sumber daya dengan lebih tepat. Ketika teknologi ini dipadukan dengan solusi bisnis yang tepat, bahkan investasi yang relatif kecil dapat membuka akses ke pelanggan baru di pasar global. Misalnya seperti yang terlihat dari Zayya, salah satu UMKM yang mendapat pendampingan, yang menghasilkan 7.6x return dari iklan Rp150 ribu.” (sd)

AMD Luncurkan Prosesor Ryzen AI Max 400 Series: PC Bisnis Kini Bisa Jalankan Agen AI Canggih Secara Lokal



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Sejak ledakan AI generatif pada akhir 2022, perusahaan terus mencari cara memanfaatkan teknologi ini secara praktis, aman, dan hemat biaya. Kini, jawaban baru hadir dari AMD. Prosesor Ryzen AI Max dan Ryzen AI Max PRO 400 Series memungkinkan agen AI agentik—bukan sekadar chatbot—berjalan sepenuhnya di PC bisnis, tanpa harus bergantung penuh pada cloud.

Berbeda dari asisten AI biasa yang hanya menjawab pertanyaan, agen AI agentik mampu menyelesaikan tugas kompleks berlapis-lapis: menganalisis dokumen internal, memanggil berbagai aplikasi, mengambil keputusan, hingga bekerja secara otonom dalam waktu lama. Karyawan bisa menyerahkan proyek rumit dan fokus ke hal lain, sementara agen terus bekerja di latar belakang.

Kekuatan Hardware yang Didesain Khusus untuk AI Lokal

Prosesor baru ini dibangun di atas arsitektur memori terpadu yang sudah diperkenalkan sebelumnya, tapi dengan kapasitas jauh lebih besar. Spesifikasi unggulannya meliputi:

  • Hingga 16 core CPU “Zen 5”
  • NPU berkinerja 55 TOPS
  • 40 unit komputasi GPU
  • Memori DRAM terpadu hingga 192 GB, dengan maksimal 160 GB didedikasikan untuk GPU

Dengan kapasitas memori sebesar itu, Ryzen AI Max PRO 400 Series menjadi prosesor klien x86 pertama di dunia yang mampu menjalankan model AI dengan lebih dari 300 miliar parameter pada kuantisasi 4-bit secara lokal. Beban kerja agentik yang biasanya “rakus” memori—karena menggabungkan beberapa model, konteks panjang, data perusahaan, dan berbagai alat—kini bisa dijalankan di dalam perangkat itu sendiri.

Privasi, Biaya, dan Fleksibilitas Hybrid

Keunggulan terbesar pendekatan lokal ini bukan hanya soal kecepatan. Data sensitif perusahaan—dokumen internal, kode sumber, atau berkas rekayasa—bisa diproses di dalam PC, tanpa dikirim ke layanan cloud eksternal. Ini memberi departemen TI kendali lebih besar atas keamanan dan kepatuhan.

Dari sisi biaya, AI agentik sangat boros token. Agen sering melakukan penalaran berulang, revisi, dan pemanggilan model berkali-kali dalam satu pekerjaan. Setiap token yang diproses di cloud menjadi biaya berulang. AMD menyediakan Tokenomics Calculator yang memungkinkan perusahaan membandingkan skenario pure-cloud, pure-local, atau hybrid. Dalam skenario contoh yang disimulasikan, biaya cloud bisa jauh melampaui investasi hardware lokal dalam waktu relatif singkat.

Solusi yang disarankan bukan “semua lokal atau semua cloud”, melainkan pendekatan hybrid. Model cloud terdepan tetap digunakan ketika dibutuhkan kemampuan tertinggi, sementara pekerjaan sehari-hari yang melibatkan data internal dijalankan di PC. Contoh nyata sudah muncul: HP memadukan prosesor AMD Ryzen AI Max+ PRO 495 dengan Perplexity Portable Computer di laptop workstation HP ZBook Ultra G3a 16. Pengguna bisa menjalankan agen lokal berdampingan dengan aplikasi profesional, dan tetap mengakses model cloud bila diperlukan.

Platform Pengembangan yang Lengkap

Bagi tim developer, Ryzen AI Max PRO 400 Series bukan sekadar perangkat eksekusi. Kombinasi CPU kencang, GPU terintegrasi, NPU bertenaga, dan memori besar memungkinkan seluruh siklus—mulai dari koneksi ke repositori internal, pembuatan sistem RAG, evaluasi model, pengujian perilaku agen, hingga orkestrasi—dilakukan di mesin yang sama. Platform ini mendukung Windows dan Linux, serta ekosistem software yang sudah familiar seperti PyTorch, vLLM, llama.cpp, Ollama, ComfyUI, dan LM Studio.

Langkah Selanjutnya bagi Perusahaan

Agen AI enterprise sedang beralih dari fase eksperimen menuju penggunaan produksi. Dengan hadirnya sistem berbasis Ryzen AI Max 400 Series di pasar, perusahaan kini memiliki opsi nyata untuk membangun, menguji, dan menerapkan AI agentik secara lokal—dengan privasi lebih baik, biaya yang lebih terkendali, dan fleksibilitas hybrid.

Bagi organisasi yang sedang menimbang strategi AI mereka, pertanyaan utamanya bukan lagi “cloud atau lokal?”, melainkan “bagaimana memadukan keduanya secara cerdas?”. Prosesor baru AMD ini memberikan jawaban yang konkret di atas meja kerja karyawan. (red/dri)

BPJS Kesehatan Surabaya Ingatkan Peserta JKN: Jangan Terburu-buru Membeli Obat saat Stok Kosong

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Muhammad Aras


SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- BPJS Kesehatan Cabang Surabaya mengimbau peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) agar tidak terburu-buru membeli obat secara mandiri ketika stok di fasilitas kesehatan (faskes) kosong. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Muhammad Aras, menegaskan bahwa ada mekanisme yang jelas untuk memastikan kebutuhan obat peserta tetap terpenuhi tanpa membebani biaya pribadi.

“Pelayanan obat merupakan bagian dari manfaat pelayanan kesehatan yang dijamin dalam Program JKN sesuai indikasi medis dan ketentuan yang berlaku. Di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, obat yang dibutuhkan peserta wajib disediakan oleh faskes sesuai ketentuan, termasuk mengacu pada Formularium Nasional (Fornas),” ujar Aras di Surabaya, Kamis (15/10/2026).

Ketentuan mengenai Fornas diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/MENKES/524/2015 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Formularium Nasional. Penyusunannya melibatkan ahli farmakologi dengan pemilihan obat berdasarkan bukti ilmiah mutakhir, serta mempertimbangkan aspek khasiat, keamanan, dan keterjangkauan.

Aras menjelaskan bahwa peserta JKN tidak diarahkan untuk membeli obat sendiri yang diresepkan dokter hingga mengeluarkan biaya pribadi. Jika terjadi kekosongan stok, faskes wajib mengupayakan obat pengganti dengan merk lain yang memiliki kandungan dan zat aktif sama, sesuai pertimbangan medis.

Di rumah sakit, obat merupakan bagian dari komponen pembiayaan pelayanan kesehatan yang dibayarkan BPJS Kesehatan kepada rumah sakit. Rumah sakit tidak diperbolehkan membebankan biaya tambahan atas obat yang diberikan kepada peserta JKN.

“Ketentuan ini sejalan dengan Janji Layanan JKN yang menekankan bahwa seluruh manfaat JKN harus diberikan tanpa diskriminasi dan tanpa pungutan biaya tambahan. Apabila di lapangan masih ditemukan adanya biaya tambahan akibat kekosongan stok obat, peserta JKN jangan ragu menyampaikan pengaduan kepada petugas BPJS SATU! (BPJS Siap Membantu),” tegas Aras.

Informasi nama, foto, dan kontak petugas BPJS SATU tersedia pada poster yang dipasang di lokasi strategis rumah sakit, seperti ruang administrasi, Instalasi Gawat Darurat (IGD), dan loket informasi. Petugas BPJS SATU akan menjembatani peserta dengan manajemen rumah sakit untuk menangani pengaduan terkait kendala pelayanan.

“Petugas BPJS SATU akan menjembatani antara peserta JKN dengan manajemen rumah sakit untuk menangani pengaduan tersebut. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen BPJS Kesehatan dalam memastikan bahwa setiap peserta JKN mendapatkan haknya secara penuh, tanpa terkendala pembiayaan terhadap obat,” tutup Aras. (dri)

AMD Luncurkan Helion: Fondasi Baru untuk AI Agentic di Skala Rak



SANTA CLARA, California (IndonesiaTerkini.com)- AMD resmi memperkenalkan AMD Helion, rancangan acuan terbuka untuk infrastruktur AI agentic di tingkat rak. Dirancang untuk menjawab kebutuhan beban kerja AI yang semakin kompleks dan beragam, Helion memungkinkan pelanggan menyesuaikan kepadatan core CPU, performa, dan daya secara fleksibel.

Bukan Sekedar Komputasi Biasa

Agentic AI—sistem yang mampu merencanakan, mengeksekusi, dan beradaptasi secara mandiri—membutuhkan lebih dari sekadar GPU kencang. Beban kerjanya mencakup agen personal, aplikasi perusahaan, eksekusi kode, hingga alur kerja multi-langkah yang sangat bervariasi.

“Agentic AI bukanlah satu jenis beban kerja,” kata Dan McNamara, Senior Vice President and General Manager, Compute and Enterprise AI AMD. “Melalui AMD Helion, kami menyatukan performa AMD EPYC, software terbuka, dan desain rak fleksibel agar mitra bisa membangun sistem sesuai kebutuhan pelanggan sekaligus memanfaatkan daya yang tersedia secara efisien.”

Helion dibangun di atas platform terbuka AMD Helios dan spesifikasi Open Compute Project (OCP). AMD juga berencana menyerahkan spesifikasi Helion ke OCP agar komunitas bisa mengembangkannya lebih lanjut.

Dua Konfigurasi Utama

  • Rak khusus CPU — Menggunakan prosesor AMD EPYC generasi keenam, mampu mendukung hingga 32.768 core. Cocok untuk pelanggan hyperscale yang ingin memisahkan eksekusi agen dari infrastruktur inferensi model.
  • Rak all-in-one — Menggabungkan node CPU AMD EPYC, GPU AMD Instinct MI350P, dan komputasi serbaguna dalam satu platform. Dirancang untuk perusahaan yang ingin solusi terpadu.

Helion juga dilengkapi token router terintegrasi yang secara cerdas mengarahkan panggilan model dari agen ke berbagai model frontier maupun open-source.

Dukungan Ekosistem yang Kuat

Sejumlah pemain besar industri sudah menyatakan dukungan:

  • Cisco, Dell Technologies, HPE, Lenovo, Supermicro, QCT, Wiwynn, dan Hon Hai Technology Group (Foxconn) menyambut Helion sebagai fondasi fleksibel untuk infrastruktur AI generasi berikutnya.
  • Mereka menekankan kemampuan kustomisasi, pendinginan (udara maupun cairan), serta integrasi dengan solusi networking dan storage yang sudah ada.

Kapan Tersedia?

Konfigurasi rak AMD Helion sedang dikembangkan bersama mitra ekosistem dan dijadwalkan tersedia mulai November 2026.

Dengan Helion, AMD ingin menjadikan infrastruktur yang sudah dimiliki pelanggan sebagai fondasi untuk AI agentic, bukan memaksa migrasi total. Pendekatan terbuka dan modular ini diharapkan mempercepat adopsi AI agentic di data center hyperscale maupun enterprise.

Bagi perusahaan yang sedang mempersiapkan diri menghadapi era agen AI yang lebih mandiri dan kompleks, AMD Helion menawarkan satu hal yang paling dibutuhkan saat ini: fleksibilitas tanpa mengorbankan performa dan efisiensi. (red/dri)

Philips Smart Lighting Hadirkan Screen Sync dan HDMI Sync

(Ki-Ka) Raditya Dika, Content Creator dan Storyteller; Burhan Noor Sahid, Head of Marketing – Consumer, Signify Commercial Indonesia; Dedy Bagus Pramono, President Director, Signify Commercial Indonesia; dan Afif Yulistian, Gaming Content Creator dan YouTuber, dalam peluncuran Philips Smart Lighting TV Sync


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Seiring dengan semakin terintegrasinya teknologi pintar dalam kehidupan sehari-hari, smart lighting pun kini tidak hanya berfungsi sebagai penerangan tetapi juga menawarkan pengalaman yang lebih praktis dan personal di rumah. Teknologi smart lighting memungkinkan pengguna dengan mudah mengatur warna dan intensitas cahaya, menyalakan atau mematikan lampu secara otomatis, hingga mengontrolnya melalui smartphone, remote control, atau voice assistant sesuai kebutuhan. Tren ini sejalan dengan pasar smart lighting global yang mencapai USD 27,98 miliar pada 2025 dan diproyeksikan mencapai USD 173,21 miliar pada 2034, dengan pencahayaan indoor menyumbang sekitar 64% dari pasar.

Di rumah, smart lighting juga semakin banyak digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas, termasuk menikmati hiburan. Menonton TV dan mengakses layanan streaming kini menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia, dengan 62,7% penonton TV menghabiskan waktu 6–7 hari dalam seminggu di depan TV. Pada tahun 2025, penonton TV yang juga pengguna OTT  umumnya menghabiskan 1–2 jam dengan 74% menonton film dan 53% menonton series. Tren ini menunjukkan semakin tinggi konsumsi hiburan di rumah, seiring berkembangnya ekosistem digital dan pilihan konten yang semakin beragam di Indonesia.

Dengan berkembangnya tren menikmati hiburan di rumah, pencahayaan turut berperan dalam menciptakan pengalaman yang lebih imersif dan sesuai dengan suasana yang diinginkan. Menjawab kebutuhan tersebut, Signify (Euronext: LIGHT), pemimpin global di bidang pencahayaan, melalui Philips Smart Lighting memperluas portofolionya ke kategori Home Entertainment Lights dengan menghadirkan Philips Smart Lighting TV Sync. Setelah sebelumnya hadir dengan berbagai solusi pencahayaan fungsional untuk mendukung  kebutuhan sehari-hari konsumen, Philips Smart Lighting TV Sync menghadirkan Screen Sync dan HDMI Sync untuk menciptakan ambiens yang lebih personal dan imersif dalam menikmati hiburan di rumah.

“Pengalaman menikmati hiburan di rumah kini tidak hanya bergantung pada kualitas layar, tetapi juga bagaimana suasana di sekitarnya dapat melengkapi konten yang dinikmati. Melalui Philips Smart Lighting, kami ingin menghadirkan solusi pencahayaan yang mudah digunakan dan dapat mengikuti berbagai aktivitas di rumah, mulai dari menonton film hingga bermain game. Dengan Screen Sync dan HDMI Sync, pengguna dapat menikmati pengalaman pencahayaan yang lebih dinamis dan personal sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Dedy Bagus Pramono, President Director Signify Commercial Indonesia. (sd)

AMD Luncurkan Ross: Asisten AI Agentik yang Mengubah Cara Engineer Rancang Sistem Embedded



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Bayangkan seorang engineer cukup mengetik dalam bahasa sehari-hari: “Optimalkan timing desain FPGA ini dan perbaiki pelanggaran yang ada.” Dalam hitungan detik, asisten AI langsung mencari dokumentasi, menganalisis hasil, memberi rekomendasi, bahkan menjalankan workflow yang sudah terbukti. Itulah yang kini ditawarkan AMD lewat AMD Ross™.

Hari ini, AMD secara resmi memperkenalkan AMD Ross, asisten AI agentik khusus untuk pengembangan sistem embedded. Tidak seperti chatbot generik, Ross dirancang untuk mendampingi seluruh siklus hidup desain—mulai dari arsitektur, high-level synthesis, optimasi silikon, debugging hardware, pengembangan software, implementasi edge AI, hingga review skematik dan tata letak PCB.

Mengapa Ini Penting?

Desain embedded modern semakin kompleks. Tim harus bekerja lintas domain: hardware, software, AI, dan sistem. AMD Ross menyatukan tools AMD Embedded, Knowledge Base resmi AMD, serta praktik terbaik para ahli dalam satu pengalaman AI agentik. Hasilnya, engineer bisa fokus pada inovasi bernilai tinggi, bukan lagi menghabiskan waktu berjam-jam mencari dokumentasi atau mengulang tugas rutin.

Salil Raje, Senior Vice President dan General Manager AMD Embedded, menjelaskan, “Pengembangan sistem embedded menjadi semakin kompleks karena berbagai tim bekerja di berbagai area. AMD Ross menyatukan tools AMD Embedded, pengetahuan tepercaya, dan workflows yang dikembangkan para ahli dalam satu pengalaman AI agentik. Ross membantu developer mempercepat proses dari design intent hingga deployment.”

Apa yang Bisa Dilakukan Ross?

Dengan bahasa natural, developer bisa meminta Ross untuk:

  • Melakukan hardware-software partitioning
  • Mengimplementasikan desain berbasis high-level synthesis (HLS)
  • Menganalisis dan memperbaiki masalah timing
  • Mengoptimalkan desain Vitis HLS (pipelining, pragma, restrukturisasi loop)
  • Mempercepat hardware debugging dengan guided signal capture
  • Memperkirakan dan mengoptimalkan konsumsi daya
  • Meninjau skematik dan tata letak papan

Ross bersifat client-agnostic. Tim tetap bisa memakai LLM, IDE, atau command-line favorit mereka sambil tetap terhubung penuh ke ekosistem tools AMD.

Empat Fondasi yang Membuat Ross Berbeda

  1. Model Context Protocol (MCP) servers – menghubungkan AI agent langsung ke tools AMD.
  2. AMD Knowledge Base – basis data tervectorisasi berisi user guides, application notes, white papers, dan answer records yang sudah divalidasi AMD (bisa offline maupun cloud).
  3. Agent skills – file Markdown terbuka berisi praktik terbaik para ahli yang bisa digunakan ulang, misalnya optimasi timing atau restrukturisasi C++ untuk Vitis HLS.
  4. Design examples – contoh siap pakai yang menunjukkan penerapan skills di aplikasi nyata.

Manfaat Nyata di Lapangan

  • Mempercepat time-to-prototype
  • Memperpendek siklus debugging dan optimasi
  • Meningkatkan produktivitas dengan otomatisasi tugas berulang
  • Mempercepat onboarding engineer baru
  • Menjamin praktik terbaik yang konsisten di seluruh tim

Ms. Geetha Govindaraj, Associate Director FPGA SOM BU di iWave Global, memberikan kesaksian, “Asisten AI agentik AMD Ross telah menjadi tambahan yang sangat berharga dalam workflow pengembangan kami. Ross membantu kami mengidentifikasi dan mengatasi masalah lebih efisien, sehingga mengurangi waktu dan upaya selama tahap debugging dan bring-up.”

Ketersediaan

AMD Ross sudah tersedia sekarang. Developer bisa langsung mulai di AMD.com/Ross. AMD berencana menambahkan tools dan kemampuan workflow baru setiap bulan.

Dengan menghadirkan AI agentik yang benar-benar memahami dunia embedded AMD, Ross bukan sekadar asisten coding. Ia adalah rekan kerja digital yang membawa keahlian AMD langsung ke tangan setiap engineer—membuat perjalanan dari ide hingga produk jadi lebih cepat, lebih konsisten, dan jauh lebih efisien. (red/dri)

Titi Kamal Wakili B Clinic di GlobalHealth Asia-Pacific Aesthetics, Wellness and Longevity Awards 2026

Titi Kamal hadir sebagai Brand Ambassador sekaligus representatif B Clinic


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- B Clinic meraih penghargaan “Medical Aesthetics Centre Chain of the Year” dalam GlobalHealth Asia-Pacific Aesthetics, Wellness and Longevity Awards 2026 yang berlangsung di Grand Hyatt Jakarta dan berbasis di Singapura. Penghargaan tersebut diterima oleh Titi Kamal yang hadir sebagai Brand Ambassador sekaligus representatif B Clinic.

Penghargaan ini menjadi salah satu pencapaian B Clinic setelah berkembang menjadi jaringan klinik estetika dengan 46 cabang di Indonesia dalam kurun waktu lima tahun. B Clinic juga masih terus melakukan ekspansi untuk memperluas akses terhadap layanan aesthetic, laser, dan slimming di berbagai wilayah.

Pertumbuhan jaringan tersebut berjalan bersama dengan pengembangan teknologi dan treatment yang menjadi bagian dari layanan B Clinic. B Clinic menghadirkan berbagai teknologi aesthetic dan slimming dengan dukungan tenaga medis profesional, dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

Sebagai Brand Ambassador, Titi Kamal melihat perkembangan B Clinic tidak hanya dari jumlah cabang, tetapi juga dari konsistensi brand dalam mengembangkan layanan dan teknologi. "Senang banget bisa hadir malam ini mewakili B Clinic dan menerima penghargaan ini. Dalam lima tahun, B Clinic berkembang sampai punya 46 cabang di Indonesia. Menurut aku, itu perjalanan yang luar biasa. Selain itu GlobalHealth ini berbasis di Singapura, berarti B Clinic diakui kiprahnya di Asia Pacific.” ujar Titi Kamal.

“Yang juga menarik, B Clinic terus berkembang bukan hanya dari sisi jumlah cabang, tapi juga dari teknologi dan treatment yang dihadirkan. Jadi buat aku, penghargaan ini menjadi apresiasi untuk perjalanan B Clinic sejauh ini.” Titi Kamal menambahkan. (sd)

TACO Berkolaborasi dengan MD Entertainment untuk Film Filosofi Teras

TACO, perusahaan penyedia solusi building material, berkolaborasi dengan MD Entertainment melalui film Filosofi Teras yang akan segera dirilis pada akhir tahun


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- TACO, perusahaan penyedia solusi building material, berkolaborasi dengan MD Entertainment melalui film Filosofi Teras yang akan segera dirilis pada akhir tahun. Diadaptasi dari buku mega bestseller karya Henry Manampiring, film drama keluarga ini menghadirkan Sherina Munaf sebagai Nea, seorang karyawan, dan Ge Pamungkas sebagai Dio, pasangan Nea yang berprofesi sebagai arsitek.

Sebagai bagian dari upaya memperluas eksplorasi material ke industri kreatif, TACO menunjukkan bagaimana material dapat mengambil peran dalam membangun sebuah cerita. Dalam produksi Filosofi Teras, expertise TACO di bidang material berpadu dengan kebutuhan kreatif industri perfilman melalui penggunaan TACO Flooring Vinyl dan Lem TACO Active untuk mendukung kebutuhan ruang dan visual film. Pemilihan material dilakukan dengan mempertimbangkan karakter, atmosfer, serta konsep visual yang ingin dihadirkan dalam setiap ruang. Melalui pendekatan ini, material tidak hanya berperan secara fungsional, tetapi turut mendukung bagaimana sebuah cerita diterjemahkan ke dalam pengalaman visual.

Anastasia Tirtabudi, Chief Marketing Officer PT Tangkas Cipta Optimal (TACO) menjelaskan “Bagi TACO, kolaborasi ini merupakan kesempatan untuk melihat material dari perspektif yang lebih luas. Material tidak hanya membangun sebuah ruang, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kreativitas dan cerita. Melalui kolaborasi dengan MD Entertainment, kami ingin mengeksplorasi bagaimana material dapat mendukung kebutuhan industri kreatif sekaligus membuka kemungkinan baru dalam pemanfaatannya”. (ym)

Hino Perkuat Dukungan untuk Pengusaha Bus

PT Hino Motors Sales Indonesia bersama dealer resmi Hino untuk wilayah Sulawesi Tengah, PT Patrako Motor Abadi memperkuat kedekatan dengan para pengusaha otobus melalui kegiatan Mini Gathering Hino Customer Bus di Palu


PALU (IndonesiaTerkini.com)- Kondisi geografis dan karakteristik jalur transportasi di Sulawesi Tengah membutuhkan kendaraan bus yang tidak hanya tangguh, tetapi juga mampu memberikan kenyamanan dan mendukung kelancaran operasional dalam perjalanan jarak jauh. Memahami kebutuhan tersebut, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) bersama dealer resmi Hino untuk wilayah Sulawesi Tengah, PT Patrako Motor Abadi memperkuat kedekatan dengan para pengusaha otobus melalui kegiatan Mini Gathering Hino Customer Bus di Palu.

Digelar secara eksklusif, event ini mempertemukan Hino dengan pelanggan dari perusahaan otobus dan pelaku usaha transportasi di Sulawesi Tengah seperti PT Carissa Pesona Mandiri, PT Chrisa Jabeka Berjaya, PT Family Transport Jaya, PT Golden Harvest Trans, PO Kesayangan Anda, PT Raja Trans Palu, PT Togean Indah Travel, PT Touna Indah Travel, serta pengusaha perorangan seperti H. Bowo Wijaksono. Para pelanggan tersebut melayani berbagai kebutuhan transportasi, mulai dari Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), hingga angkutan pariwisata. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi Hino untuk mendengarkan kebutuhan pelanggan sekaligus menghadirkan solusi produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan operasional mereka.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran para mitra strategis dari Perusahaan Otobus di Palu. Mini gathering ini kami hadirkan sebagai kesempatan untuk lebih dekat dengan pelanggan dan mendengarkan secara langsung kebutuhan mereka di lapangan. Kami memahami bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik operasional yang berbeda, sehingga solusi kendaraan dan dukungan purna jual harus mampu menjawab kebutuhan tersebut,” ujar Guntur Nugraha Budiana, Bus Department Head HMSI. (sd)

Perplexity Bawa 'Portable Computer' ke PC AMD: AI Lokal Kini Lebih Mudah dan Tanpa Batas Kredit

(foto: ist)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Bayangkan punya asisten AI canggih yang bekerja langsung di laptop atau PC Anda—tanpa harus selalu online, tanpa menghabiskan kredit cloud, dan tetap bisa berkolaborasi dengan aplikasi sehari-hari. Itulah yang kini bisa dilakukan pengguna PC berprosesor AMD Ryzen AI Max Series.

Perplexity resmi mengumumkan bahwa Portable Computer-nya sudah tersedia di Windows untuk sistem yang ditenagai prosesor AMD Ryzen™ AI Max Series, termasuk platform pengembang AMD Ryzen™ AI Halo. Artinya, pengguna bisa menjalankan model AI dan agen secara lokal di perangkat sendiri, mengerjakan tugas berulang dan alur kerja tanpa memakai kuota/kredit Perplexity Computer untuk proses inferensi.

Dari PC AI ke PC Agentic

AMD sudah lama mempersiapkan langkah ini. Pada 2023, perusahaan memperkenalkan PC AI pertama berbasis x86 dengan NPU khusus. Tahun 2025, mereka membawa konsep PC agentic—sistem yang mampu menjalankan agen AI secara lokal. Kini, kemampuan tersebut diperluas ke aplikasi dan workflow yang dipakai sehari-hari.

Jack Huynh, Senior Vice President dan General Manager Computing and Graphics Group AMD, menjelaskan, "Kita memasuki era baru komputasi, ketika AI personal mengubah PC dari sekadar alat menjadi mitra cerdas. Kami menciptakan generasi baru PC agentic yang dapat memahami, bernalar, dan bertindak bersama kita. Dengan Perplexity Portable Computer yang berjalan pada sistem bertenaga prosesor AMD Ryzen AI Max Series—termasuk platform pengembang AMD Ryzen AI Halo—model dan agen AI yang canggih dapat berjalan secara langsung di PC dan bekerja di berbagai aplikasi serta alur kerja yang digunakan sehari-hari.”

Menurutnya, pengguna kini punya fleksibilitas: menjalankan AI secara lokal untuk privasi dan kecepatan, sambil tetap bisa memanfaatkan kemampuan penalaran berskala frontier di cloud kapan saja dibutuhkan.

Mengapa Ini Menarik?

Prosesor AMD Ryzen AI Max Series menggabungkan performa CPU + GPU dengan kapasitas memori bersama yang besar. Hasilnya, model AI lokal bisa berjalan bersamaan dengan aplikasi biasa tanpa lag berarti. Perplexity kemudian mengemas model, perangkat agen, dan kontrolnya ke dalam Portable Computer sehingga lebih mudah digunakan.

Kombinasi ini membuat konsep “PC agentic” menjadi lebih praktis: AI bisa bekerja di latar belakang, membantu menyelesaikan tugas berulang, sambil tetap memberi opsi cloud untuk pekerjaan yang lebih berat.

Bagi yang ingin mencoba atau mempelajari lebih lanjut, Perplexity sudah menyiapkan penjelasan lengkap di blog mereka: Portable Computer comes to AMD-Powered Agentic PCs. Informasi resmi juga tersedia di situs web Perplexity dan AMD Newsroom.

Era di mana PC tidak lagi hanya “menjalankan program”, tapi benar-benar menjadi mitra kerja cerdas, sudah dimulai. Dan kali ini, AMD serta Perplexity membuatnya lebih personal, bertenaga, dan terbuka. (red/dri)

Philips Lighting Store Gading Serpong Tawarkan Pengalaman Baru Memilih Pencahayaan melalui Inspirasi, Konsultasi, dan Solusi Personal

Peresmian Philips Lighting Store Gading Serpong bersama (ki-ka) Burhan Noor Sahid, Head of Marketing Consumer, Signify Commercial Indonesia, Dedy Bagus Pramono, President Director, Signify Commercial Indonesia, Dennis Tejapurnama Tegoeh, Direktur PT Ideal Sarana Cahaya


TANGERANG (IndonesiaTerkini.com)- Seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat terhadap hunian, pencahayaan kini menjadi bagian penting dalam membentuk kenyamanan, fungsi, dan karakter sebuah ruang. Di Gading Serpong, perkembangan kawasan residensial berkembang pesat dan aktivitas pemilik rumah turut mendorong kebutuhan pencahayaan yang lebih beragam dan personal. Pencahayaan kini bukan hanya tentang menerangi ruangan, tetapi juga bagaimana pencahayaan dapat mentransformasi sebuah ruang, membentuk karakter, mengubah suasana, dan mendukung berbagai aktivitas sesuai kebutuhan serta gaya hidup penghuninya.

Pencahayaan pun tidak lagi hanya mengandalkan satu sumber cahaya, tetapi memadukan solusi dekoratif, fungsional, hingga smart lighting. Misalnya, pencahayaan yang hangat dapat menciptakan suasana nyaman di ruang keluarga, pencahayaan yang fokus dapat mendukung aktivitas di area kerja, sementara spotlight atau track light dapat menonjolkan elemen interior dan memperkuat karakter ruang. Dengan demikian, lighting tidak hanya menerangi, tetapi juga membentuk karakter, suasana, dan mendukung berbagai aktivitas.

Menjawab kebutuhan ini, Signify (Euronext: LIGHT) melalui brand Philips menghadirkan Philips Lighting Store Gading Serpong bersama dengan partner terpercaya, PT Ideal Sarana Cahaya, yang telah hadir di Gading Serpong sejak 2010. Toko ini membawa pengalaman baru bagi masyarakat untuk memilih dan memahami pencahayaan sesuai kebutuhan ruang mereka. Kehadiran Philips Lighting Store Gading Serpong sejalan dengan upaya Philips untuk lebih dekat dengan konsumen yang membutuhkan solusi pencahayaan. Dengan aktivitas residensial dan komersial yang terus berkembang, lokasi ini dinilai relevan untuk menjangkau konsumen maupun para profesional seperti arsitek, desainer interior, dan kontraktor, sekaligus menghadirkan pengalaman Philips Lighting dan akses yang lebih mudah terhadap beragam solusi pencahayaan.

Sebagai brand pencahayaan yang telah dipercaya masyarakat Indonesia selama lebih dari 130 tahun, Philips terus berkembang untuk membantu masyarakat menciptakan ruang yang lebih baik dan selaras dengan gaya hidup mereka melalui inovasi yang berpusat pada konsumen.

Melanjutkan konsep yang sebelumnya hadir di Surabaya dan Denpasar, Philips Lighting Store Gading Serpong mengedepankan pengalaman konsumen melalui solusi pencahayaan terpercaya, area inspirasi dengan simulasi penataan ruang, serta layanan konsultasi personal. Konsumen dapat mengeksplorasi pilihan, melihat aplikasinya secara langsung, dan menemukan solusi yang paling sesuai dengan hunian mereka.

“Kami melihat bagaimana cara masyarakat menggunakan rumah terus berkembang. Saat ini, rumah memiliki banyak peran dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari tempat bekerja, beristirahat, hingga berkumpul bersama keluarga. Karena itu, pencahayaan kini bukan hanya tentang menerangi ruangan, tetapi juga tentang bagaimana pencahayaan dapat mentransformasi sebuah ruang, membentuk karakter, mengubah suasana, dan mendukung berbagai aktivitas, sehingga ruang tersebut menjadi lebih nyaman, personal, dan sesuai dengan kebutuhan serta gaya hidup kita. Melalui Philips Lighting Store Gading Serpong, kami ingin membantu masyarakat menemukan solusi pencahayaan yang lebih sesuai dengan cara mereka menjalani kehidupan sehari-hari.” ujar Dedy Bagus Pramono, President Director, Signify Commercial Indonesia. (ym)

Hino Dukung Pemulihan Gempa NTT melalui Program Tenda Ramah Anak

PT Hino Motors Sales Indonesia melalui program Corporate Social Responsibility memberikan dukungan bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur, khususnya anak-anak, melalui program Tenda Ramah Anak


NUSA TENGGARA TIMUR (IndonesiaTerkini.com)- PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) memberikan dukungan bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya anak-anak, melalui program Tenda Ramah Anak. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Erwin Walesa, Division Head HCGA & CARM HMSI kepada Yudi Agus Priyanto dari Yayasan Sanggar Dongeng Kepompong di Reo, Manggarai, NTT.

Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Yayasan Sanggar Dongeng Kepompong untuk menghadirkan ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak terdampak gempa di Desa Salama dan Desa Motor Pecah, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Melalui program tersebut, anak-anak dapat beristirahat, belajar, bermain, dan mengekspresikan kreativitas dalam suasana yang lebih aman selama masa pemulihan pascabencana.

Dalam pelaksanaannya, Hino menyediakan dua unit Tenda Ramah Anak, yang dilengkapi dengan fasilitas aktivitas belajar dan bermain, mainan edukatif serta program pembelajaran, serta pendampingan bagi anak-anak. Dukungan juga diberikan melalui distribusi susu dan makanan ringan untuk 120 anak, bubur kacang hijau, serta paket kebutuhan dasar bagi 100 anak. Selain itu, Hino turut menyalurkan perlengkapan sekolah berupa kotak makan dan botol minum untuk 120 anak.

“Dalam situasi pascabencana, anak-anak membutuhkan ruang yang dapat memberikan rasa aman sekaligus kesempatan untuk kembali belajar dan bermain. Melalui program Tenda Ramah Anak, kami ingin membantu menghadirkan lingkungan yang mendukung mereka untuk kembali menjalani aktivitas dengan lebih nyaman,” ujar Erwin Walesa, Division Head HCGA & CARM HMSI. (sd)

AI Beralih dari 'Tahu' ke 'Melakukan': Era Physical AI yang Akan Mengubah Industri

Steven Fong, Corporate Vice President AMD untuk bisnis Embedded di kawasan Asia-Pasifik dan Jepang


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Kecerdasan buatan sedang memasuki fase baru yang jauh lebih ambisius. Setelah beberapa tahun didominasi oleh chatbot, asisten virtual, dan model bahasa besar yang membantu kita mencari informasi, merangkum teks, atau menulis konten, AI kini dituntut untuk “turun ke dunia nyata”.

Bukan lagi sekadar paham dan merekomendasikan. AI harus mampu merasakan, memutuskan, dan bertindak secara langsung di lingkungan fisik.

Inilah yang disebut Physical AI — dan menurut Steven Fong, Corporate Vice President AMD untuk bisnis Embedded di kawasan Asia-Pasifik dan Jepang, transisi inilah yang akan menentukan dekade AI berikutnya.

Dari Cloud ke Lantai Pabrik

Selama ini AI hidup di cloud: nyaman, fleksibel, dan bisa menoleransi sedikit keterlambatan. Tapi robot di pabrik, mobil otonom di jalan raya, atau sistem medis yang membantu dokter di ruang operasi tidak punya kemewahan itu.

Sistem-sistem tersebut harus:

  • Merespons secara real-time
  • Berperilaku deterministik (bisa diprediksi dan diandalkan)
  • Memenuhi standar functional safety
  • Bekerja dalam batasan daya, panas, dan ruang yang ketat
  • Tetap berfungsi meski koneksi internet terputus

“Kecerdasan hanya bernilai jika sistem bisa bertindak dalam batas waktu yang ditentukan,” tulis Fong. Keberhasilan Physical AI tidak lagi diukur dari seberapa pintar modelnya, melainkan seberapa aman dan andal sistemnya bertindak di dunia nyata.

Tak Ada Satu Prosesor yang Bisa Melakukan Semuanya

Fong membandingkan Physical AI dengan tubuh manusia. Otak manusia melakukan penalaran kompleks. Sistem saraf memberikan respons cepat. Otot dan sendi menjalankan gerakan presisi.

Sistem AI fisik bekerja dengan cara serupa. Karena itu, tidak ada satu jenis prosesor yang cukup. Dibutuhkan komputasi heterogen:

  • CPU dan GPU berkinerja tinggi berperan sebagai “otak” — menangani persepsi dan penalaran kompleks.
  • NPU dan Adaptive SoC berfungsi seperti sistem saraf — memproses data dengan latensi rendah dan hemat daya.
  • FPGA mendukung kontrol sensor dan aktuator secara akurat dan deterministik.

AMD mengklaim memiliki portofolio paling lengkap di industri untuk kebutuhan ini: CPU, GPU, NPU, Adaptive SoC, hingga FPGA. Pengalaman panjang perusahaan di sektor otomotif, industri, kesehatan, dan kedirgantaraan juga dinilai menjadi modal penting, karena Physical AI menuntut keandalan, siklus hidup produk yang panjang, dan kemampuan bekerja di lingkungan ekstrem.

Relevansi Besar bagi Indonesia

Pergeseran ini sangat relevan bagi negara-negara dengan basis manufaktur kuat dan tantangan demografi, termasuk Indonesia. Populasi yang menua, persaingan tenaga kerja yang semakin ketat, dan kebutuhan meningkatkan produktivitas industri membuat otomasi, robotika, dan infrastruktur cerdas bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis.

Physical AI tidak akan menyelesaikan semua tantangan sendirian. Namun, dengan memungkinkan mesin cerdas berinteraksi secara aman dengan dunia fisik, teknologi ini berpotensi mengubah cara pabrik beroperasi, cara kendaraan bergerak, dan cara layanan kesehatan diberikan.

“Era pertama AI ditentukan oleh sistem yang bisa memahami informasi,” kata Fong. “Era berikutnya akan ditentukan oleh sistem yang bisa merasakan, memutuskan, dan bertindak secara aman di dunia fisik.”

Dari sekadar “tahu” menjadi “melakukan”. Itulah loncatan yang sedang berlangsung — dan dampaknya diperkirakan akan terasa jauh lebih nyata di kehidupan sehari-hari kita dalam sepuluh tahun ke depan. (red/dri)

Samsung Luncurkan AC Neo WindFree Ultra: Satu Perangkat, Sejuk dan Udara Bersih Tanda Ribet

Samsung Electronics Indonesia resmi meluncurkan Samsung AC Neo WindFree Ultra, AC wall-mounted yang sekaligus berfungsi sebagai air purifier (Foto:ist)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Rumah yang nyaman sekarang tak cukup hanya sejuk. Udara di dalamnya juga harus bersih, terutama di tengah polusi partikel halus yang mudah masuk lewat ventilasi atau terbawa aktivitas sehari-hari. Menjawab kebutuhan itu, Samsung Electronics Indonesia resmi meluncurkan Samsung AC Neo WindFree Ultra, AC wall-mounted yang sekaligus berfungsi sebagai air purifier.

Yang membuat produk ini menarik adalah konsep all-in-one. Pengguna tak perlu lagi membeli AC dan air purifier terpisah. Cukup satu unit, rumah tetap dingin sekaligus udara di dalamnya lebih bersih.

PM1.0 Filter: Lebih Halus dari Standar PM2.5

Fitur utama yang diunggulkan adalah PM1.0 Filter. Filter ini mampu menangkap partikel hingga ukuran 1 mikrometer—lebih kecil dari standar PM2.5 yang biasa digunakan untuk mengukur kualitas udara. Samsung mengklaim filter ini mensterilkan lebih dari 99 persen bakteri dan partikel halus, serta dua kali lebih efektif dibanding filter PM2.5.

Indikator cahaya berwarna di unit juga menampilkan kualitas udara ruangan secara real-time, sehingga penggunanya bisa langsung tahu kondisi udara tanpa menebak.

Tujuh Mode Angin Cerdas + Hampir Tanpa Suara

Selain pembersihan udara, Samsung juga meningkatkan pengalaman pendinginan lewat WindFree Enhanced dengan AI 7 Motion Winds. Ada tujuh mode yang bisa dipilih sesuai kebutuhan:

  • Max Wind untuk pendinginan cepat
  • Surround Wind agar udara merata
  • Long Reach Wind untuk jangkauan lebih jauh
  • Down Wind mengalirkan udara ke bawah
  • AI Direct Wind mengarahkan angin langsung ke pengguna
  • AI Indirect Wind mengarahkan angin ke area sekitar agar tidak kena hembusan langsung
  • WindFree yang menyebarkan udara lembut lewat 23.000 lubang mikro di panel depan

Teknologi WindFree Low Noise membuat unit ini hanya menghasilkan suara 23 dBA—setara dengan suara napas orang yang sedang tidur. Cocok untuk kamar tidur atau ruang yang butuh ketenangan.

AI yang "Mengerti" Pengguna

Samsung AC Neo WindFree Ultra dilengkapi beberapa fitur AI. AI Fast & Comfort Cooling secara otomatis memilih mode yang paling sesuai berdasarkan kondisi ruangan dan pola penggunaan. Sementara AI Energy Mode diklaim mampu menghemat energi hingga 41 persen dibanding AC konvensional.

Pengguna juga bisa mengontrol AC dari mana saja lewat aplikasi SmartThings, termasuk dengan perintah suara. Untuk perawatan, ada fitur Freeze Wash yang membersihkan bagian dalam unit secara otomatis, plus filter yang bisa dicuci di rumah.

Harga dan Ketersediaan

Samsung AC Neo WindFree Ultra tersedia dalam tiga kapasitas: 1 PK, 1,5 PK, dan 2 PK. Harga mulai dari kisaran Rp 10 jutaan. Produk ini bisa dibeli melalui Samsung.com/id, marketplace resmi (Tokopedia, Shopee, Blibli, Lazada, TikTok Shop), Samsung Experience Store, serta toko resmi Samsung di seluruh Indonesia.

Hendy Budihartono, Head of AC Business Samsung Electronics Indonesia, mengatakan bahwa kenyamanan keluarga masa kini bukan lagi hanya soal suhu, melainkan juga udara yang lebih bersih dan teknologi yang memahami kebutuhan pengguna.

“Neo WindFree Ultra menghadirkan All-in-One Comfort. Lebih hemat karena tidak perlu membeli AC dan air purifier secara terpisah, lebih praktis, serta hemat ruang,” ujarnya.

Dengan kombinasi pendinginan cerdas, filtrasi PM1.0, dan efisiensi energi, Samsung mencoba menawarkan solusi lengkap bagi keluarga yang ingin rumah tetap sejuk, bersih, dan tidak merepotkan. (dri)

Global Sources Indonesia 2026 Pertemukan Ribuan Pelaku Usaha dengan Supplier Asia

Pembukaan Global Sources Indonesia (GSI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Kamis, 17 September 2026


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Global Sources Indonesia (GSI) 2026 resmi dibuka di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Kamis, (17/9/2026). Gelaran berskala internasional yang berlangsung selama tiga hari ini dirancang untuk mempertemukan para pemangku kepentingan industri ritel dan perdagangan Indonesia secara langsung dengan produsen utama dari kawasan Asia.

Pada hari pertama penyelenggaraan, antusiasme tinggi terlihat dari kehadiran ribuan buyer, retailer, distributor, pemilik brand, dan online seller yang memadati show floor sejak pagi. Dengan sekitar 800 booth yang menghadirkan produk dari berbagai kategori, pameran ini menjadi ruang pertemuan bisnis yang sangat produktif. Produk yang ditampilkan mencakup kategori Elektronik, Peralatan Rumah Tangga & Dapur, Hadiah & Souvenir, serta Peralatan Olahraga, seluruhnya dari supplier dan produsen terverifikasi yang hadir langsung dari Tiongkok, Taiwan, Korea Selatan, India, dan Indonesia.

Presiden Direktur PT Adhouse Clarion Events Toerangga Putra sebagai penyelenggara menegaskan bahwa GSI 2026 dirancang untuk memberikan dampak riil bagi pertumbuhan ekonomi domestik. "Hari ini bukan sekadar pembukaan pameran. Ini adalah momentum bagi seluruh ekosistem ritel Indonesia dari retailer terkecil hingga distributor nasional untuk terhubung langsung dengan supplier terbaik Asia, menemukan produk baru, dan membuka peluang bisnis yang nyata. Kami bangga menjadi jembatan itu,” ujarnya.

Dukungan penuh juga mengalir dari asosiasi industri utama di Indonesia, seperti Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Aptiknas). Kedua asosiasi ini turut memobilisasi para anggotanya untuk memanfaatkan momentum pameran dalam memperkuat daya saing usaha.

Pengurus DPP Aprindo Hans Harischandra Tanuraharjo menyampaikan bahwa kehadiran para peritel di GSI 2026 adalah langkah strategis untuk beradaptasi dengan tren pasar. “Kehadiran kami adalah bentuk nyata komitmen untuk terus memberikan akses terbaik bagi anggota Aprindo. Ini mencakup akses terhadap produk inovatif, supplier berkualitas yang tepat, serta pengetahuan yang relevan dan up-to-date guna menjaga daya saing bisnis ritel nasional di tengah perkembangan teknologi global,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Aptiknas Soegiharto Santoso menambahkan bahwa platform seperti GSI 2026 menjadi jawaban atas kebutuhan wirausahawan modern yang tidak hanya berfokus pada barang dagangan, tetapi juga pada penguatan jejaring usaha. “Hari pertama ini telah membuktikan bahwa platform seperti Global Sources Indonesia sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha. Entrepreneur tidak hanya membutuhkan produk, tetapi juga koneksi, pengetahuan, insight, dan inspirasi untuk berkembang. Inilah yang membuat acara ini memiliki nilai strategis bagi penguatan ekosistem industri TIK di Indonesia,” terangnya.

Selain pameran produk, hari pertama GSI 2026 juga menandai dimulainya Retail Industry Conference Series LIVE. Sesi konferensi ini menghadirkan para praktisi dan pakar terkemuka yang membedah dinamika serta arah perkembangan lanskap ritel di Indonesia.

Bagi pengunjung yang ingin meningkatkan kapasitas operasional usaha secara langsung, diselenggarakan pula Retail Industry Workshop. Program edukasi praktis ini dirancang khusus untuk memfasilitasi retailer, pemilik brand, dan online seller dengan keterampilan yang relevan. Sepanjang sesi, peserta dibekali materi yang dapat langsung diterapkan di lapangan, mulai dari strategi kurasi produk, manajemen hubungan supplier, hingga taktik mendorong pertumbuhan penjualan di era omnichannel.

Bagi para pelaku bisnis yang belum sempat berkunjung di hari pertama, rangkaian acara Global Sources Indonesia 2026 masih akan berlangsung selama dua hari ke depan hingga Sabtu, 19 September 2026. Kesempatan ini membuka ruang lebar bagi pebisnis lokal untuk berkonsultasi, bernegosiasi, dan membangun kemitraan jangka panjang dengan produsen manufaktur Asia. (ym)

JITEX 2026 Resmi Dibuka, Dorong Jakarta Jadi Gerbang Perdagangan dan Investasi Global

Jakarta International Investment, Trade, Tourism & SMEs Expo (JITEX) 2026 resmi dibuka dengan mengusung tema "Ignite the Economy" yang berlangsung pada 16-19 September 2026 di JIExpo Convention Centre & Gedung Pusat Niaga, Kemayoran, Jakarta


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Jakarta International Investment, Trade, Tourism and SMEs Expo (JITEX) 2026 resmi dibuka di JIEXPO Convention Center, Jakarta, pada Kamis (17/9/2026). Digelar oleh Asian Trade, Tourism and Economics Council (ATTEC) dan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), JITEX tahun ini mengusung tema “Igniting Economy”.

Penyelenggaraan JITEX tahun ini memiliki arti strategis bagi Jakarta. Ajang tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat konektivitas bisnis, investasi, dan pariwisata menjelang usia 500 tahun Jakarta pada 2027.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, kondisi ekonomi Jakarta terus menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan positif. Pada triwulan II 2026, ekonomi Jakarta tumbuh 5,52 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan sektor perdagangan menjadi salah satu penggerak penting aktivitas ekonomi. “Capaian ini menjadi modal yang kuat bagi Jakarta untuk terus meningkatkan daya saing. Dengan semangat inilah kita membawa JITEX 2026 dengan 275 stan dari berbagai sektor,” kata Rano dalam pembukaan JITEX 2026.

Menurut Rano, JITEX dirancang bukan sekadar menjadi pameran yang mempertemukan pelaku usaha. Forum ini mempertemukan pengusaha, investor, buyers, dan mitra strategis melalui pameran, forum bisnis, hingga pertemuan usaha. Pemprov DKI Jakarta berharap pertemuan tersebut dapat berlanjut menjadi kesepakatan bisnis, kemitraan jangka panjang, serta membuka akses bagi usaha Jakarta menuju pasar global. “Kita ingin memastikan bahwa JITEX tidak berhenti pada pertemuan dan transaksi bisnis, tapi menjadi penggerak terciptanya peluang baru untuk eksplorasi kesepakatan bisnis atau deal, kemitraan jangka panjang, dan pertemuan baru usaha Jakarta menuju pasar global,” ujarnya.

Rano juga menilai penguatan ekonomi Jakarta tidak cukup hanya dengan mendorong perdagangan dan investasi. Karya kreatif dan kekayaan intelektual masyarakat juga dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar. Karena itu, penyelenggaraan JITEX 2026 turut dilengkapi dengan Festival Kekayaan Intelektual Jakarta (FKI).

Menurut Rano, JITEX dan FKI memiliki peran yang saling melengkapi. JITEX membuka akses terhadap investasi, perdagangan, dan pasar global, sementara FKI membawa karya serta kreativitas masyarakat ke dalam ekosistem ekonomi tersebut. “Satu karya dapat memiliki perjalanan yang panjang. Sebuah buku dapat menjadi film, melahirkan musik dan soundtrack, dan kemudian berkembang menjadi berbagai bentuk karya serta peluang ekonomi lain,” kata Rano.

Ia berharap Jakarta dapat menjadi tempat lahir dan berkembangnya karya kreatif yang mampu bertemu dengan pasar dan menjangkau dunia. “Sebagai kota global dan berbudaya, Jakarta tidak hanya terbuka terhadap investasi, perdagangan, dan pasar, tapi juga mampu membawa karya, kreativitas, dan kekayaan intelektual warganya ke panggung global,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum ATTEC dan HIPPINDO Budihardjo Iduansjah mengatakan JITEX 2026 bukan hanya exhibition, tetapi menjadi platform untuk mempertemukan supply dan demand. “Kami ingin mempertemukan buyer, investor, dan business partner dari berbagai jaringan dengan produk dan potensi yang ada di Indonesia. Dari pertemuan ini, kami berharap dapat lahir transaksi, investasi, dan kerja sama yang tidak berhenti selama penyelenggaraan JITEX, tetapi terus berkembang setelahnya," ujar Budihardjo.

Menurut Budihardjo, posisi Jakarta sebagai pusat perdagangan, jasa, investasi, pariwisata, dan ekonomi kreatif menjadi modal penting untuk memperluas konektivitas ekonomi Indonesia dengan pasar internasional. Karena itu, JITEX 2026 dirancang tidak hanya sebagai ruang untuk memperkenalkan produk dan potensi usaha, tetapi juga sebagai wadah untuk mempertemukan kebutuhan pasar dengan peluang bisnis.

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan JITEX 2026 menunjukkan bahwa Jakarta dapat mengambil peran lebih besar dalam membuka akses terhadap peluang investasi dan pasar internasional. la berharap penyelenggaraan JITEX dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menghadirkan platform serupa sehingga peluang investasi dapat berkembang di berbagai wilayah.

Lebih lanjut, Ni Luh mengatakan JITEX 2026 tidak berhenti setelah empat hari pelaksanaan. Menurutnya, keberhasilan ajang tersebut juga perlu dilihat dari investasi baru yang lahir, terbukanya akses pasar bagi produk UMKM, serta terbentuknya kemitraan dan kerja sama baru. “Semangat Ignite Economy bukan hanya tentang menyalakan aktivitas ekonomi hari ini, tetapi tentang membangun ekosistem yang memungkinkan ekonomi tersebut terus tumbuh berkelanjutan dan memberikan manfaat yang semakin luas,” kata dia.

Penyelenggaraan JITEX juga sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendorong Jakarta masuk ke jajaran 20 kota global teratas dunia pada 2045. Melalui penguatan konektivitas perdagangan, investasi, serta jejaring internasional, JITEX diarahkan untuk turut membangun Jakarta sebagai Competitive Global City sekaligus Global Creative Hub.

JITEX 2026 menghadirkan rangkaian kegiatan yang dirancang untuk mempertemukan berbagai kepentingan dalam satu ekosistem ekonomi, mulai dari pameran produk lokal dan internasional, JITEX Business Matching dan Business Matching P3DN DKI Jakarta, forum bisnis dan investasi, penandatanganan MoU, diskusi panel dan talkshow, workshop, FGD, hingga networking programme.

Rangkaian tersebut turut diperkuat dengan kehadiran Asia Food & Ecosystem Expo (AFEX) dan Asia Sourcing Expo (ASE) sebagai pameran internasional, serta Asia Food & Ecosystem Summit dan ATTEC Global Investment Forum yang menjadi ruang diskusi dan konektivitas bagi pelaku usaha, investor, pemerintah, serta mitra dari Indonesia dan pasar internasional.

Tidak hanya menyasar kalangan bisnis dan investor, JITEX 2026 juga menghadirkan JITEX Culinary Festival, JITEX Concert, serta pertunjukan kebudayaan sebagai ruang interaksi bagi masyarakat Jakarta. Berbagai aktivitas tersebut menghubungkan aktivitas ekonomi dengan pariwisata, kreativitas, budaya, dan potensi lokal Jakarta. (sd)

Kreativitas Kuliner Berbasis Kelapa Hadir di Ajang Fi Asia Indonesia 2026

Food Ingredients Asia (Fi Asia) Indonesia 2026


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Food Ingredients Asia (Fi Asia) Indonesia 2026 merupakan pameran internasional industri bahan baku makanan dan minuman yang mempertemukan produsen, pemasok, serta pelaku industri untuk memperkenalkan produk, bertukar inspirasi, dan mengembangkan peluang bisnis berskala internasional.

Keikutsertaan KARA dalam kegiaan tersebut membawa semangat untuk memperkenalkan lebih luas potensi kelapa Indonesia melalui beragam produk turunan kelapa dan penerapannya dalam makanan maupun minuman. Melalui rangkaian aktivitas di booth, KARA menghadirkan pengalaman yang menghubungkan kekayaan bahan pangan Indonesia dengan kreativitas kuliner, sekaligus membuka ruang interaksi bersama pengunjung dan mitra industri dari berbagai latar belakang. Kegiatan ini berlangsung 16–18 September 2026 di JIExpo.

“Melalui tema ‘Delivering Indonesia's Coconut to the World’, kami ingin membawa pesan bahwa kelapa Indonesia memiliki potensi yang luas untuk hadir dalam berbagai kreasi makanan dan minuman. KARA ingin mempersembahkan kebaikan kelapa asli Indonesia melalui pengalaman kuliner yang relevan, sekaligus memperkenalkan kekayaan cita rasa Indonesia kepada dunia,” ujar Dwianto Arif Wibowo, Corporate Communication Sambu Group, Kamis (17/9/2026).

Pada kesempatan ini, booth KARA mendapatkan kunjungan langsung dari Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Andika, Direktur Industri Makanan, Hasil Laut dan Perikanan Dyan Garneta Paramita Sari, serta Ketua GAPMMI Adhi S. Lukman.

Rombongan diperkenalkan dengan berbagai produk turunan kelapa dari KARA serta kontribusi produk berbasis kelapa Indonesia dalam mendukung pertumbuhan industri pangan nasional. 

Salah satu aktivitas utama yang dihadirkan KARA adalah sesi live cooking bersama HARRIS Cibinong City Mall Bogor serta tiga hotel yang tergabung dalam BW Hospitality, yaitu BW Suite Belitung, BW Express Jakarta, dan BW Luxury Jambi. Kolaborasi ini menghadirkan perspektif praktisi perhotelan dalam mengeksplorasi penggunaan produk olahan kelapa untuk beragam kebutuhan sajian.

Sesi live cooking menampilkan berbagai kreasi, mulai dari sajian tradisional Indonesia hingga kreasi modern dan fusion. Menu yang diperkenalkan meliputi bingke, gangan, gulai patin khas Jambi, padamaran, serta opor ayam kuning. Ragam hidangan tersebut memperlihatkan kekayaan kuliner Nusantara sekaligus memberikan inspirasi pemanfaatan produk olahan kelapa dalam sajian keluarga.

Untuk melengkapi pengalaman kuliner, KARA juga menghadirkan inspirasi hidangan penutup Banana Pandan Brûlée dan Coconut Panna Cotta, serta kreasi minuman teh bunga telang dengan kelapa yang bercita rasa Nusantara. Kehadiran beragam menu tersebut menunjukkan luasnya penerapan produk olahan kelapa, mulai dari hidangan utama, kudapan, hidangan penutup hingga minuman. 

“Kuliner tradisional Indonesia memberikan banyak inspirasi untuk terus dikembangkan. Melalui kolaborasi dengan para praktisi perhotelan, kami ingin memperlihatkan bahwa kelapa dapat mendukung pelestarian cita rasa yang telah dikenal masyarakat, sekaligus membuka ruang bagi lahirnya kreasi modern dan fusion yang menarik,” ungkap Dwianto Arif.

Melalui demonstrasi langsung, pengunjung dapat menyaksikan proses pengolahan serta bagaimana bahan berbasis kelapa dipadukan dengan berbagai unsur kuliner lainnya. Inspirasi menu hotel berbintang ini turut membawa pesan bahwa sajian istimewa dapat dihadirkan di rumah melalui bahan baku yang mudah diperoleh dan cara pembuatan yang sederhana.

Selain live cooking, KARA menghadirkan LED Games sebagai aktivitas interaktif untuk memeriahkan pengalaman pengunjung. Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan doorprize berkonsep memanen kelapa langsung dari pohon kelapa yang dihadirkan di booth KARA. Aktivitas ini membawa suasana khas kelapa ke dalam area pameran sekaligus menjadi cara menyenangkan untuk membangun kedekatan dengan pengunjung.

“Kami berharap kehadiran KARA dapat membangun lebih banyak percakapan dan peluang kolaborasi. Dengan membawa kebaikan kelapa asli Indonesia, kami ingin mengajak para pengunjung dan mitra industri untuk bersama-sama mengeksplorasi potensinya serta memperluas apresiasi terhadap kelapa Indonesia di panggung dunia,” tutup Dwianto Arif. (sd)

Back To Top