Pradita University Gandeng Ascott dan Harris Hotel Perkuat Model Living Laboratory
![]() |
| Pradita University gandeng Ascott dan Harris Hotel perkuat living laboratory |
JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Pradita University memperkuat model pembelajaran berbasis industri melalui konsep living laboratory dengan menggandeng PT Ascott International Management Indonesia dan Harris Hotel & Convention Serpong. Kolaborasi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan industri terhadap lulusan yang lebih siap kerja dan memiliki kompetensi praktis.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Rektor Pradita University Prof Richardus Eko Indrajit, Country Director of People & Culture PT Ascott International Management Indonesia Albertha Sekundarti, serta General Manager Harris Hotel & Convention Serpong Lut Abader, yang turut disaksikan Ketua Yayasan Pendidikan Pradita Indonesia Aida Halim.
Melalui program ini, mahasiswa Program Studi Pariwisata tidak hanya menjalani pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam operasional industri perhotelan selama dua semester. Implementasi dilakukan di Harris Hotel & Convention Serpong yang dipilih karena memiliki ekosistem operasional lengkap, mulai dari layanan tamu hingga pengelolaan acara.
Model pembelajaran yang diterapkan mengusung skema Integrated Learning, yakni kombinasi pembelajaran teori di kampus selama dua minggu dan praktik langsung di hotel selama dua minggu berikutnya. Pola ini akan berjalan berkelanjutan selama dua semester.
Rektor Pradita University Prof Richardus Eko Indrajit menyebut, pendekatan ini merupakan bagian dari transformasi pendidikan tinggi berbasis Outcome-Based Education (OBE), di mana capaian pembelajaran tidak hanya diukur dari teori, tetapi juga kompetensi nyata di lapangan. “Pembelajaran berbasis living laboratory memastikan mahasiswa memahami proses industri secara langsung, bukan hanya secara konseptual. Ini penting untuk menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berubah,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Ketua Yayasan Pendidikan Pradita Indonesia Aida Halim menegaskan, model ini dirancang untuk memperkuat kesiapan kerja lulusan sejak dini. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami dinamika industri secara langsung agar lebih adaptif saat memasuki dunia profesional.
Sementara itu, Country Director of People & Culture PT Ascott International Management Indonesia, Albertha Sekundarti, menilai kolaborasi ini juga memberikan manfaat bagi industri perhotelan dalam pengembangan talenta. “Sinergi ini memungkinkan industri berkontribusi langsung dalam mencetak SDM yang relevan, sekaligus mendapatkan perspektif baru dari dunia akademik,” katanya. (ym)























